hit counter code
Welcome Guest [Log In] [Register]


News Update

Reminder

KALENDER NIH TERM 25

Kami mengimbau kepada seluruh member New Indo Hogwarts untuk tetap menyertakan terjemahan pada bahasa asing yang digunakan dan menggunakan warna abu-abu untuk quote dan mengutip dialog.


Posted Image
Selamat datang di Forum Role Play Basis Teks
INDOHOGWARTS


Kami berharap kamu dapat menikmati kunjungan ini. Saat ini, kamu sedang meninjau Forum kami sebagai guest/tamu. Hal ini berarti area tinjauanmu terhadap board dan fitur-fitur yang dapat digunakan di dalam Forum ini masih sangat terbatas.

Registrasi dalam Forum ini bebas biaya, namun tahapannya tidak terlalu sederhana, kamu disarankan untuk membaca terlebih dahulu Registrasi dan Aplikasi sebelum mendaftar pada waktu yang telah ditentukan.

Jika kamu sudah menjadi member, silahkan log in ke dalam Akunmu untuk mengakses Forum.
Posted Image

Username:   Password:
Multi Quote Quote Post
Locked Topic
Aplikasi Chara Penyihir Dewasa Term 25
Topic Started: Mar 18 2018, 10:37 AM (753 Views)
Periculum

GUNAKAN FORMULIR BERIKUT UNTUK MENDAFTARKAN CHARA PENYIHIR DEWASA.

Perhatikan ketentuan-ketentuan mengenai chara dan pendaftaran chara yang berlaku dalam GARIS BESAR HALUAN FORUM ROLEPLAY INDOHOGWARTS

Code:
 

[table=2, (isi dengan nama chara)]
[b]Penampakan Fisik[/b][c][center] (masukkan link visualisasi ukuran 100x100) [/center][c]
[b]Nama Visualisasi[/b][c]________[c]
[b]Jenis Kelamin[/b][c]________[c]
[b]Status Darah[/b][c]__________[c]
[b]Tempat/tanggal Lahir[/b][c]__________[c]
[b]Tempat Tinggal[/b][c]_________[c]
[b]Tinggi Badan[/b][c]_________[c]
[b]Warna Rambut[/b][c]________[c]
[b]Warna Mata[/b][c]_______[c]
[b]Riwayat Pendidikan[/b][c]_________[c]
[b]Tongkat Sihir[/b][c]________[c]
[b]Spesialiasi Sihir[/b][c](kosongkan)[c]
[b]Pekerjaan[/b][c]__________[c]
[b]Sikap Politik[/b][c]__________[c]
[b]Sifat Chara[/b][c]___________[/table]

[table][b]Daftar keluarga:[/b][c]____________[c]
[b]Riwayat Hidup dan latar belakang:[/b][c]_______________[c]
[b]Keterangan tambahan:[b][c]_________[/table]


[b]Ceritakan Ceritamu [/b]

____________________________
____________________________
____________________________
____________________________
____________________________
____________________________

Offline Profile Goto Top
 
Louisa Blaine

Maria Kay

Penampakan Fisik
Posted Image

Nama Visualisasi
Cate Blanchett

Jenis Kelamin
Wanita

Status Darah
Halfblood

Tempat/tanggal Lahir
Kent/ 11 Desember 1755

Tempat Tinggal
Lochaber

Tinggi Badan
165 cm

Warna Rambut
Blonde

Warna Mata
Saphire Blue

Riwayat Pendidikan
Beauxbatons Academy

Tongkat Sihir
Kayu Mawar, Lentur 33,3 Cm Inti air mata Phoenix

Spesialiasi Sihir
(kosongkan)

Pekerjaan
Pemilik beberapa toko perhiasan di London dan pertambangan logam milik keluarga

Sikap Politik
Pendukung klan Wardlaw

Sifat Chara
Tegas, keibuan, lembut, berkharisma.


Daftar keluarga:
Abraham Ignasius Kay: Suami (Terdaftar)

Mikael Augusto Kay: Anak Pertama
Alicia Finnigan: Menantu Pertama (Deceased)
Aaron Kay: Cucu (Terdaftar)

Immanuel Kay: Anak Kedua
Marianna Kay: Menantu Kedua
Davish Kay: Cucu (Terdaftar)
Joanna Gracia Kay: Cucu (Deceased)

Leonell Artefus Kay: Anak Ketiga
Lancelot Kay: Cucu (Deceased)
Lauretta Kay: Cucu (Deceased)

Alexander Ithuriel Kay: Anak Keempat
Iriana Isabella Rutherford: Menantu Keempat
Laluna Iriana Kay: Cucu (Deceased)

Louisa Natalie Kay: Anak Kelima (Terdaftar)
James Blaine: Menantu Kelima (Terdaftar)

Sana Kay: Cucu jauh (Terdaftar)

Riwayat Hidup dan latar belakang:
Maria merupakan seorang gadis dari keluarga Cunningham, keluarga bangsawan inggris yang bergelut di dalam kegiatan pertambangan di Britania Raya sebelum akhirnya bertemu dengan Abraham di dunia Muggle. Pertemuan mereka pada saat itu yang sama-sama merupakan bangsawan inggris tidak memakan waktu lama untuk kedua belah keluarga merestui hubungan keduanya. Sebuah surat dari Kementerian sihir beberapa hari setelah pernikahan mereka membuka rahasia Abraham kalau Abraham merupakan keturunan penyihir berdarah murni, saat itu pula Maria memberitahu suaminya kalau dirinya juga memiliki tongkat sihir yang menandakan kalau Maria juga merupakan salah satu dari penyihir, hanya saja Maria berdarah campuran. Pernikahan mereka berjalan lancar hingga akhirnya Maria dikaruniai empat orang anak.

Pada tahun 1800, suaminya dipercaya untuk memegang kuasa sebagai kepala Bank Gringotts yang membuat Maria beserta keluarga pindah dan menetap di Lochaber.

Keterangan tambahan:
Sangat menyayangi anak dan cucunya, sosok yang dapat mencairkan suasana, juga loyal terhadap sesuatu yang ia pegang.



Ceritakan Ceritamu


Flashback...

Sehari Setelah Pertemuan Keluarga.
Ruang Kerja Kediaman Abraham Ignasius Kay. London, Inggris.

Kini semuanya semakin jelas. Perang ini membuat seluruh kerabat kerajaan dan para bangsawan mulai mencari cara untuk mendapatkan perlindungan. Di tengah blokade eropa terhadap Inggris yang sudah tidak dapat terelakan lagi. Koalisi yang menurutnya kurang mendapat dukungan dari kalangan bangsawan membuat semuanya menjadi semakin gerah. Maria ingin segera bernafas lega akan kondisi ketiga cucunya, itulah tujuannya berada di ruang kerja suaminya. Dengan tinta yang menggores perlahan di atas perkamen.

Matahari terlihat mulai memudar, dengan rona oranye yang menyempurnakan keindahan angkasa. Maria bangkit dari kursinya, memandang jauh luasnya angkasa yang kini mencuri perhatiannya. Benaknya masih sama, bayang-bayang ketiga cucunya masih terus menghantui setiap aktifitasnya. Maria yakin mereka bertiga akan baik-baik saja, terlebih Maria tahu apa yang harus Ia lakukan saat ini.

Semuanya telah siap, sebuah surat hanya tinggal menunggu untuk diantarkan. Setelah ini, Maria hanya harus berpikir untuk menyiapkan apa yang harus Kay berikan sebagai jamuan. Terlebih seseorang yang diundangnya adalah seorang bangsawan di Inverness.

Wanita ini menutup perkamennya, merapikannya kembali seperti sedia kala. Juga pena bulu yang sempat menghias jemarinya kini sudah kembali ke tempatnya. Makan malam yang di jadwalkan hanya kurang dari satu minggu. Harapannya hanya satu, semoga tidak ada halangan atau masalah yang berarti sampai saat itu tiba, dan wanita terhormat itu dengan senang hati mau menerima undangannya. Hanya itu yang Maria harapkan saat ini.

Dan hari yang ditunggu telah tiba...

Seluruh anggota keluarga nampak hadir, tiga orang putra dan dua menantu sudah lengkap untuk menjamu seseorang yang cukup penting. Bahkan sangat penting untuk saat ini. Sang suami, Abraham duduk di salah satu ujung meja, selayaknya tuan rumah yang menjunjung tinggi etika kebangsawanan Inggris. Tentu Maria yang mendampinginya pun duduk berdampingan dengan sang kepala keluarga. Semuanya diam, seolah ada perintah yang menyuruh mereka untuk berlaku demikian. Maria dan keluarganya sangat menjunjung tinggi semua yang sudah di tanamnya sejak lama. Karena etika memang selalu menjadi prioritas kaum bangsawan.

Segala persiapan sudah lengkap, berbagai kebutuhan sudah dipikirkan sejak lama oleh Maria, sosok yang untuk saat ini menjadi organizer di rumahnya sendiri. Jamuan makan malam terbaiklah yang akan mereka suguhkan untuk makan makan kali ini. Tentunya tanpa ucapan kecewa ataupun raut wajah masam yang menjadi garansi untuk seorang Maria bisa tersenyum lepas. Kurang dari satu minggu wanita ini mewanti-wanti para pelayan keluarganya, hanya untuk bisa mendapatkan yang terbaik pada jamuannya ini.

"Denali, Pastikan semuanya telah siap. Aku tidak ingin mengecewakan tamu spesial kita."

Ucapnya pada kepala pelayan keluarga. Terlihat Abraham meraih jam saku miliknya, sedikit lagi waktunya tiba. Bukan tanpa alasan Maria melakukan ini semua, wanita itu hanya ingin ketiga cucunya mendapatkan jaminan atas keselamatan mereka di dunia sihir. Walau dirinya juga Abraham kenal dan sering berbincang dengan menteri sihir, Maria yakin dirinya akan lebih tenang jika ketiga cucunya berada ditangan yang mumpuni. Cukup banyak yang bisa Keluarga besar Kay tawarkan pada jamuannya malam ini, terlebih untuk dukungan dari pemerintahan Inggris. Mengingat Abraham cukup berpengaruh di dalam Dewan Bangsawan Inggris di Pemerintahan Britania Raya.

Suasana di ruang makan masih tampak sama, beberapa percakapan masih terdengar lirih. Seakan menunggu sang tamu untuk segera menjadi bagian dari mereka. Menjadi keluarga besar dengan beberapa dukungan atas kuasa masing-masing. Tentu ini akan membuat Maria dan Abraham dapat menjalani harinya dengan sedikit tenang. Di tengah pergolakan politik dan perang atas perancis.


Diterima
Edited by Periculum, Apr 10 2018, 05:37 PM.
Offline Profile Goto Top
 
Karlesta Wardlaw
Member Avatar
Ravenclaw
Allechius Williams Alison Wardlaw

Penampakan Fisik
Posted Image

Nama Visualisasi
Liam Neeson

Jenis Kelamin
Pria

Status Darah
Pureblood

Tempat/tanggal Lahir
Louisiana, New France / 25 Agustus 1759

Tempat Tinggal
Arisaig Morar, Fort William, Inverness-shire

Tinggi Badan
186 cm

Warna Rambut
Hitam kecokelatan

Warna Mata
Hazel

Riwayat Pendidikan
Ilvermorny School of Witchcraft and Wizardry, Thunderbird (1770-1777)

Tongkat Sihir
Spruce, 31 cm, inti rambut Wampus, fleksibel

Spesialiasi Sihir
(kosongkan)

Pekerjaan
-Pemilik dan pengelola bisnis peternakan biri-biri dan wool di Fort William sejak 1804, Louisiana, Perbatasan Kanada (sejak 1782, melanjutkan usaha Alistair), Peru, dan Brazil (1803).
-Menjadi Partner bisnis Klan Guttierez dalam perniagaan tanaman sihir yang berfokus pada Mandrake, Dittany, Papalo dan Ayahuasca sejak 1803.
-Penyalur (eksportir) beberapa ramuan penyembuh dari Dittany dan Mandrake serta tradisional wilayah Perbatasan Kanada dan Louisiana sejak 1803.

Sikap Politik
Pro-Wardlaw

Sifat Chara
Bijaksana, hangat, keras kepala (saat berdebat), suka berpetualang, pandai berkawan, negosiator dan pebisnis handal, cukup mudah goyah pendirian (mudah terhasut) maka hanya memiliki beberapa orang terdekat yang paling ia percaya (termasuk istrinya).


Daftar keluarga:
-Alistair Wardlaw (Deceased): Ayah
-Christina Rose (Deceased): Ibu
-Albert Wardlaw (Deceased): Kakak dari ayah
-Ewan Wardlaw (Deceased): Keponakan dari ayah
-Lycra Wardlaw (nee Volans): Keponakan ipar dari ayah (terdaftar)
-Estella Ivanova Wardlaw (nee Guttierez): Istri
-Dominic Sean Wardlaw: Anak (terdaftar)
- Karlesta Giorgino Armando Wardlaw: Anak (terdaftar)
-Chrystella Biancast Monica Wardlaw: Anak (terdaftar)
-Maribelle Dolores Esther Wardlaw: Anak
-Galadriel Edelmayer (nee Wardlaw): Cucu kemenakan dari ayah (terdaftar)
-Sylvester Pollux Wardlaw - Sylvia Castor Wardlaw - Silvain Wardlaw: Cucu kemenakan dari ayah (terdaftar)
-Greggory Wardlaw: Cucu kemenakan dari ayah
-Josephine Brielle Wardlaw : Cucu kemenakan dari ayah (terdaftar)
-Peter James Wardlaw: Cucu kemenakan dari ayah
-Keenan Edelmayer: Cicit Kemenakan dari ayah (terdaftar)
-Aileen Edelmayer: Cicit Kemenakan dari ayah (terdaftar)

Riwayat Hidup dan latar belakang:
Allechius Williams, atau lebih senang disapa Lecky adalah putra dari Alistair Wardlaw dari istri gelapnya, Christina Rose, seorang penyihir yang menemaninya saat berada di New France, Amerika. Alistair sengaja tidak menikahinya secara sipil demi menutup kemungkinan keluarga besarnya di Britania mengetahui kondisi ini. Lecky besar tanpa mengetahui bahwa ia adalah penerus klan penyihir besar di Britania Raya. Ia hidup layaknya penyihir lain, dan namanya tidak terlalu berpengaruh di Ilvermorny. Alistair berhasil menutupi ini darinya.

Lecky mengetahui kabar mengenai keluarganya saat ia berusia 26 tahun, saat mengantar ayahnya ke Britania Raya. Sepanjang perjalanan, Alistair meninggal akibat sakit paru-paru yang lama dideritanya. Sesampainya di pelabuhan Portsmouth, ia terkejut karena seseorang menunggunya di sana. Seorang pria bernama Ewan Wardlaw. Dia mengatakan menunggu kedatangan kakeknya untuk menghadirinya pemakanan ayahnya, anak dari Alistair.

Merasa bingung dan terkejut, Lecky dan Ewan akhirnya berbincang mengenai latar belakang keluarganya masing-masing. Lecky menolak penawaran Ewan untuk mengambil alih Klan Wardlaw sebab ia memiliki bisnis di Amerika, yang dibangun ayahnya. Kesepakatan akhirnya diambil; Ewan menjadi ketua klan dan Lecky menjadi pengelola bisnis untuk Klan Wardlaw di Amerika. Lecky kembali ke Louisiana dan memberikan bagian hasil bisnisnya pada klan Wardlaw, sementara Ewan yang menjadi salah satu penentu keputusan untuk bisnisnya di Amerika. Ia tinggal di sana hingga ibunya meninggal, pada tahun 1794. Setelah ia menjelajah menuju banyak tempat di Eropa dan Amerika, untuk memuaskan hasrat petualangnya.

Lecky sempat memperluas wilayah bisnisnya, saat ada penawaran dari klan untuk melakukan pertukaran komoditi dengan organisasi penyihir besar di Amerika Selatan. Esteban Guttierez, ketua organisasi sekaligus pemilik bisnis multi-aset baik di bidang tanaman dan hewan sihir, hingga bisnis legal dan illegal menjadi kliennya. Usaha Lecky awalnya tak membuahkan hasil, namun karena sifatnya yang keras kepala ia tak menyerah. Akhirnya setelah dua tahun tinggal di pedalam Peru, ia berhasil mengambil hati Esteban dan Estella, putri sulung keluarga Guttierez. Lecky akhirnya menikah dengan Estella dengan perayaan mewah di kediaman Esteban.

Lecky memutuskan pindah ke Fort William, setelah Ewan meninggal. Lycra yang mengetahui tentang kesepakatan antara Lecky dan mendiang suaminya, sepakat melanjutkan 'rahasia kecil mereka' untuk menutupi keberadaan Lecky dan keluarganya dari anak-anaknya, demi menjaga nama baik Ewan dan Klan Wardlaw. Lecky melakukan ekspansi bisnis wool dan peternakan biri-birinya di Fort William. Selain melanjutkan usaha wool dan Peternakan biri-biri, ia juga melakukan market trading beberapa tanaman sihir dan ramuan yang dieskpor dari Peru di sekitar Louisiana. Bisnis bersama Klan Wardlaw dan Guttierez di bidang tanaman sihir (Mandrake, Dittany, Papalo, dan Ayahuasca) tetap berjalan dengan baik.

Keterangan tambahan:
Rambut memutih akibat uban. Luka di tangan kiri saat melakukan perjalanan ke Macchu Pichu


Ceritakan Ceritamu


Sebuah surat lagi datang pagi ini, dengan tinta merah besar-besar.

Ia sudah merasa cukup lelah, sesungguhnya, dengan beberapa laporan dari salah satu cabang bisnisnya di daerah Mississippi. Tidak ada banyak perkembangan. No-maj[1] tanpak terlalu banyak mengambil pengaruh terhadap monopoli dan menetapkan pajak sembarang. Dirinya bukan tak ingin langsung turun tangan. Tidak, menghadapi No-maj yang semena-mena bukan hal sulit.

Ia hanya merasa tak memiliki ambisi untuk melanjutkan bisnis itu. Tidak terlalu menguntungkan.

“Algún problema, mi amor?” [2]Lecky memandang pada istrinya yang datang bersama segelas ramuan dengan aroma menyejukkan, duduk di pangkuannya. Keahlian wanita itu sebagai ahli ramuan sangat menguntungkan baginya, secara pribadi. Ia tersenyum, mengambil gelas itu. Harum, selalu berhasil membuatnya tenang.

“Bisnis, seperti biasa. Wool tidak terlalu bagus di Mississippi,” jawabnya, sambil sesekali menghirup ramuan yang disajikan istrinya.

“Kau tahu, kau hanya perlu fokus. Kukira kau bisa datang langsung, memeriksanya dengan tanganmu sendiri,” ujar wanita berdarah latin itu, “Lagipula hal terbaik yang bisa kita buat adalah—“

“—apapun menggunakan tangan kita sendiri,” Lecky melanjutkan kata-kata istrinya dengan lengkung terkembang di wajahnya. Kalimat itu adalah kalimat dimana mereka akhirnya menemukan hati mereka, satu sama lain, nyaris tiga belas tahun lalu. Saat itu usianya empat puluh empat. Meski dimakan usia, tak pernah sekalipun istrinya ini berpaling. Tak jarang resep rahasia keluarganya di Brazil sana membuatnya tampak selalu bugar. There’s luck he found in the inland South America.[3]

“Don’t think too much, mi amor,” [4]balas istrinya, tesenyum penuh kasih. “You can go. I will keep the children safe.”[5] Sentuhan lembut istrinya itu sungguh membuatnya terhanyut. Daya pikat seorang putri dari Kepala Klan Guttierez, sebuah organisasi keluarga penyihir besar yang ikut menyokong eksistensi Castelobruxo, memang tak pernah pudar. Resep rahasia keluarga mereka yang kaya tanaman sihir membuatnya tak dapat pergi jauh ketika melakukan perjalanan bisnis ke daerah Brazil. Pertukaran komiditi tanaman sihir dengan wool sekaligus ekspansi Klan Wardlaw. Berakhir pada pernikahannya dengan putri sulung Guttierez.

Cintanya tak pernah pudar, bahkan hingga saat ini.

“Then I will need you to prepare my needs,”[6] lanjutnya. Perjalanan menuju Mississippi dan segala hal yang mungkin mengganggunya selama dua bulan perjalanan sudah terbayang. Setidaknya tidak akan terlalu berat dengan bekal istrinya. Bukan yang pertama kali, itu hal yang sudah pasti.

“Sure do, El Jerarca,”[7] ia tertawa sejenak sebelum membenamkan bibir merah ranumnya pada wajah Lecky Williams. Sensasi yang tak pernah berubah selama lebih dari satu dekade. Membuatnya tak akan pernah berpaling. Barang satu kali pun.

“Bawa Pablo bersamamu. Edward akan menjaga Karl dan yang lain, jika mereka ingin jalan-jalan,” Estella beringsut dari dekapannya. “Kalau ada waktu kunjungi makam ibu dan sampaikan salamku pada Padre.”[8]

Ralat, empat bulan kalau begitu.

“Sí mi reina.”[9]

Ah, ia akan rindu wajah dan senyum itu lagi.

Empat bulan tak akan lama, Lecky. Tak akan.


Diterima
[1] Panggilan untuk manusia non-penyihir di daerah Amerika
[2] Ada masalah, sayang?
[3] Keberuntunganlah yang ia temukan di pedalaman Amerika Selatan.
[4] Jangan berpikir terlalu keras, sayang
[5] Kau boleh pergi. Aku yang akan menjaga anak-anak
[6] Kalau begitu aku butuh dirimu untuk mempersiapkan semua kebutuhanku
[7] Tentu, Ketua. (El Jerarca: Panggilan untuk pemimpin, di daerah Amerika Latin)
[8] Padre: Panggilan untuk ayah, Bahasa Spanyol
[9] Tentu, ratuku
Edited by Periculum, Apr 10 2018, 05:38 PM.
Offline Profile Goto Top
 
Franshkopa Buckingham
Unregistered

Franshkopa Buckingham

Penampakan Fisik
Posted Image

Nama Visualisasi
Lionel Clerc

Jenis Kelamin
Laki-laki

Status Darah
Pureblood

Tempat/tanggal Lahir
Dunvegan/17 Agustus 1782

Tempat Tinggal
Dunvegan, Isle of Skye

Tinggi Badan
190

Warna Rambut
Dark Brown

Warna Mata
Green

Riwayat Pendidikan
Hogwarts School of Witchcraft and Wizardry

Tongkat Sihir
Hazel 28 cm dengan inti jantung anntipodean opaley, kaku

Spesialiasi Sihir
(kosongkan)

Pekerjaan
Pebisnis dan penanggung jawab Buckingham's Old Wine

Sikap Politik
Pro Volkenshire

Sifat Chara
Pembawaan santai, berkarisma, dan pandai bertutur manis.


Daftar keluarga:

Istri : Nania Buckingham
Putri: Valerie Buckingham
Putra: Luca Buckingham

Riwayat Hidup dan latar belakang:


Bungsu dari lini utama keluarga Buckingham. Adik dari si pemimpin klan, Fitzgerald Buckingham. Hidup bebas selama bertahun-tahun, tidak ingin berdiam di Dunvegan seperti Buckingham lainnya. Namun, keinginannya tersebut harus dihentikan ketika salah seorang wanita yang pernah bersamanya datang mengetok pintu Buckingham Landing dengan seorang gadis kecil yang ternyata adalah anak kandung Franshkopa (Valerie Buckingham). Dia sendiri tidak mengetahui keberadaan anak itu selama ini, makanya dia tidak bisa berbuat apapun selain menyerahkan keputusan kepada sulung, Fitzgerald.

Setiap orang memiliki rahasia masing-masing, Franshkopa pun demikian.
Berselang beberapa bulan, rahasia yang Franshkopa tutupi akhirnya ia buka ke hadapan Fitzgerald. Bahwa, dia telah menikahi seorang gadis biasa bernama Nania, tanpa izin keluarga dan memiliki putra yang bernama Luca Buckingham. Dengan keberanian, dia menghadap Fitzgerald dan meminta restu.

Keterangan tambahan:
_________



Ceritakan Ceritamu

Musim Panas 1819


“Apa yang akan kau lakukan sekarang, My Lord?”

Semburat jingga mewarnai langit Dunvegan, mengantar dua bersaudara duduk menghabiskan waktu di penghujung Musim Panas yang menyedihkan. Ada gores khawatir di wajah si pemimpin, bagaimana pun belakangan ini keluarga mereka sedang ditempa oleh duka yang tidak juga berhenti menyerang. Suara napas berat Fitzgerald membuatnya khawatir, tapi kalimatnya akan berhenti sampai di sana. Ia tahu bahwa ada batas yang saudaranya tidak ingin bungsu lewati.

”Sekarang, Freace sudah tiba di Hogwarts. Dia yang akan mengurusnya lebih lanjut.”

Tenggorokan Franshkopa mendadak kering, ia mampu merasakan amarah dari kalimat saudaranya. Sudah sangat lama Fitzgerald tidak memperlihatkan dirinya yang ini. Terakhir kali adalah ketika Emily memutuskan untuk mengizinkan Adelaide masuk ke Buckingham Landing, di sanalah terakhir Franshkopa melihat sosok Fitzgerald yang menakutkan.

“Kalau begitu kau tidak usah khawatir dan bersantailah sejenak. Freace tidak mungkin membuatmu kecewa.”

Fitzgerald mengangguk, lalu meneguk cairan alkohol dari gelasnya.

”Valerie,”

Nama putrinya disebutkan, kedua tangannya terkepal rapat.

”Sedang berada di jalur yang sama seperti yang dipilih oleh Alecia. Aku tidak ingin kesalahan yang sama terulang, Fransh. Kau harus mengawasi putrimu atau aku akan melakukan hal yang buruk. Lagi.”

Franshkopa bergeming, ia masih ingat bagaimana beberapa hari lalu mereka menguburkan jenazah Ronald Folk. Dan apa yang dikatakan Fitzgerald barusan membuatnya mulai merangkai prasangka. Sebuah prasangka yang jika benar adanya, pasti akan menghancurkan klan ini. Keluarga ini.
Goto Top
 
Judith Maitland
Member Avatar

William Benedict Volkenshire

Penampakan Fisik
Posted Image

Nama Visualisasi
Ryan Reynolds

Jenis Kelamin
Laki-laki

Status Darah
Pure-blood

Tempat/tanggal Lahir
Tinworth, 1 November 1789

Tempat Tinggal
Plymouth

Tinggi Badan
187cm

Warna Rambut
Brunette

Warna Mata
Biru

Riwayat Pendidikan
Durmstrang Institute (1800-1807)

Tongkat Sihir
English Oak, bulu leher Phoenix, 13 ¾”, Fleksibel

Spesialiasi Sihir
(kosongkan)

Pekerjaan
Mengelola peternakan

Sikap Politik
Pro-Maitland

Sifat Chara
Hati-hati, pemikir dan cenderung pendiam.


Daftar keluarga:

Theodore Volkenshire : Ayah kandung
Lilith Maitland : Ibu kandung
Arthur Maitland : Saudara se-ibu
Calysta Spears (nee Maitland) : Saudara se-ibu
Michael Kingsley : Saudara se-ibu
Michelle Salvatore (nee Kingsley) : Saudara se-ibu
Faustine Volkenshire : Saudara se-ayah
Mary-Rose Kingsley : Saudara se-ibu
Maximus Kingsley : Saudara se-ibu
Catherine Maitland : Saudara se-ibu

Riwayat Hidup dan latar belakang:
William Benedict Volkenshire lahir di Tinworth, tetapi dibesarkan di Stockholm oleh pengasuh ibunya, Gladys. Di masa-masa awal hidupnya, William hanya mempunyai seorang ibu, tanpa kehadiran sosok ayah, ini sempat membuatnya bingung. Ibu yang dia kenal pun hanya mengunjunginya, tetapi tidak pernah tinggal dalam jangka waktu yang lama. Membuatnya tumbuh menjadi anak yang tidak dekat dengan ibunya sendiri. Bertahun-tahun dia bersekolah privat di Stockholm dan dibesarkan oleh Gladys, yang dekat dengannya. Namun tanpa kehadiran keluarga utuh, dia sering kali diejek oleh muggle di sekitarnya. Dia tidak pernah terpancing lagi, sejak satu hari dia kembali pulang dari luar rumah dalam keadaan luka-luka dan membuat ibunya khawatir. Itu satu-satunya saat ketika dia tahu ibu kandungnya menyayangi dia meskipun tidak tinggal di dekatnya.

Karena sering diejek, William tidak punya teman dekat dan cenderung pendiam. Semakin sering dia diejek, semakin keras dia belajar. Surat pertamanya dari Durmstrang Institute adalah saat pertama dia tahu dirinya seorang penyihir. Selama ini Gladys tidak pernah menceritakan mengenai sihir kepadanya. Tahun demi tahun dia bersekolah di Durmstrang Institute adalah masa-masa bahagia buatnya. Dia menyukai iklim sekolahnya yang tegas dan ketat, hingga ketika dia lulus, dia merintis usahanya sendiri, dan membuat peternakan sendiri.

Setelah kematian Gladys, dia memindahkan usahanya dan mulai merintis peternakan kecil di Plymouth, dengan tujuan untuk dekat dengan ibunya.

Keterangan tambahan:

  • Tidak mudah terpancing emosi dan tidak suka berkenalan dengan orang baru.
  • Dia lebih banyak menghabiskan waktu dengan menyendiri.
  • Penasaran dengan ayahnya, tetapi tidak terlalu peduli.




Ceritakan Ceritamu
Sreek.

Perkamen di tangannya digulung dengan rapi dan kembali diikat pita berwarna hitam. Suara uhu-uhu ruang yang nyaring dari seekor burung hantu memecah suasana sepi ruangan kecil yang dibatasi oleh dinding-dinding kayu tempatnya berada. Surat yang diikat dengan pita berwarna hitam selalu menjadi penanda bahwa isinya bukan berita baik. Surat ini dia periksa beberapa kali dan hanya berisi kalimat pendek. Dia tidak akan mengatakan lebih dari yang tidak diperlukan.

Gladys telah meninggal.

WB


Dia tidak pernah membubuhkan nama belakang keluarganya, dia sudah merasa aneh sejak awal, nama keluarganya tidak sama dengan sang ibunda. Juga tidak sama dengan Gladys. Anak siapakah dia? Tidak ada yang tahu. Atau lebih tepatnya, tidak ada yang menceritakan apa pun kepada William. Bukan berarti dia peduli. Anak siapa pun dia, tidak ada yang berhak mendikte apa yang dia lakukan.

”Tuan, kereta kuda telah siap.”

William mengangguk singkat. Dia ikat gulungan perkamen itu ke dalam sebuah batang kayu dan mengikatnya ke kaki burung hantu miliknya. “Antarkan ini kepada Mother*.” Burung hantu berbulu cokelat cenderung hitam itu beruhu riang sebelum mengepakkan kedua sayapnya mengambil ancang-ancang. Hanya dalam waktu singkat, burung itu telah mengudara dan keluar dari jendela ruangannya yang tidak tertutup.

Dengan lambaian tongkat sihirnya, jendela yang terbuka bergerak menutup dan mengunci dirinya sendiri. Menyusul cahaya padam dari mejanya, dan kain-kain bergerak menutupi perabotan yang ada di ruangan. Hingga dalam waktu singkat dia sudah keluar dari ruangan dan mengunci bangunan pondokan kecil yang menjadi tempat tinggalnya selama ini. Pondokan ini sudah terjual, dia tidak akan kembali lagi ke tempat ini. Ini bukan rumahnya. Tidak pernah.

Kakinya melangkah menuju kereta kuda dan duduk dengan tenang di dalam, kopernya yang tidak banyak sudah terikat di belakang kereta dan roda berputar menuju Plymouth.
*Ibu


Diterima
Edited by Periculum, Apr 10 2018, 05:40 PM.
Offline Profile Goto Top
 
Luca Buckingham
Member Avatar
Gryffindor
Nania Buckingham

Penampakan Fisik
Posted Image

Nama Visualisasi
Ashley Heller

Jenis Kelamin
Perempuan

Status Darah
Pureblood

Tempat/tanggal Lahir
Norfolk, 13 Mei 1784

Tempat Tinggal
Dunvegan

Tinggi Badan
181

Warna Rambut
Blonde

Warna Mata
Biru

Riwayat Pendidikan
Hogwarts School of Withcraft and Wizardry (1794 -1801)

Tongkat Sihir
Hazel 26 cm dengan inti duri ekor chimaera, kaku

Spesialiasi Sihir
(kosongkan)

Pekerjaan
Pemilik Bar

Sikap Politik
Bradford

Sifat Chara
Penyayang, keras kepala, egois dan penuh ambisius.



Daftar keluarga:

- Honey Folk - Keponakan dari pihak suami
- Adelaide Buckingham - Saudari ipar
- Alain Buckingham - Keponakan dari pihak suamiBuckingham
-Candy Buckingham- Keponakan dari pihak suami
- Deanisius Buckingham - Keponakan dari pihak suami
- Fitzgerald Buckingham - Saudar ipar
- Red Buckingham - Keponakan dari pihak suami
- Valerie Buckingham - Anak perempuan tiri
- White Buckingham - Keponakan dari pihak suami
- Adalet Buckingham - Saudari ipar
- Armstrong Buckingham - Keponakan dari pihak suami
- Caileanisius Buckingham - Keponakan dari pihak suami
- Felixia Buckingham - Keponakan dari pihak suami
- Felixius Buckingham - Keponakan dari pihak suami
- Freace Buckingham - Bibi Ipar dari suami

Riwayat Hidup dan latar belakang:
Tumbuh besar di dalam keluarga Mark yang mayoritas adalah penyihir tepi pantai yang menyenangi hidup bebas dan bertanggung jawab. Semasa hidupnya, Nania sudah menyambangi beberapa tempat jauh bersama dengan keluarganya mengarungi lautan sebelum akhirnya Nania bersekolah dan mengejar impiannya memiliki usaha miliknya sendiri, sebuah bar yang mengharuskannya melepaskan segala miliknya karena ditentang keluarganya. Hingga tidak berselang lama, Nania bertemu dengan salah seorang pemuda yang ternyata anak dari pesaing keluarganya. Meskipun begitu, Nania tetap memilih laki-laki tersebut yang kini menjadi suaminya dan memiliki seorang anak laki-laki. Luca Buckingham

Keterangan tambahan:
_________




Ceritakan Ceritamu



Nania duduk dibelakang meja bar miliknya, sesekali mengecek persediaan minuman dibalik tubuhnya dan menandainya dalam list untuk membelinya kembali ditempat langganannya seperti biasa. Marvin, Asisten Bar untuk daerah Muggle datang dan menjadi tamu pertama semenjak buka pagi ini. Marvin tersenyum lalu mengernyitkan jidatnya, sembari menatap dengan kebingungan. Nania hanya menggerakkan kepalanya kebelakang, sedikit mundur lalu turut mengernyitkan jidatnya.

“Kau datang kemari hanya untuk mengernyitkan jidatmu dan menatapku seperti itu?” Nania menanyakan kenapa wajah asistennya itu tampak seperti seorang squib yang baru pertama kali melihat sihir, meskipun Marvin adalah juga seorang squib yang dikucilkan oleh keluarganya dan berakhir dengan bekerja untuk Nania diwilayah Muggle. Laki-laki yang lebih muda darinya itu tampak sedang ingin tahu isi kepala Nona Buckingham ini.

”Kau tampak tidak sehat? Tetapi berbeda dari biasanya.”

Nania seketika sedikit memerah, dirinya lupa bahwa laki-laki bernama lengkap Marvin Wayne ini memiliki kelebihan bisa merasakan hal sensitif. Nania memang berbeda dari beberapa bulan yang lalu saat terakhir bertemu dengan Marvin. Kali ini dirinya sedang mengandung buah cintanya dengan pemuda yang seharusnya Nania jauhi untuk memperbaiki hubungannya dengan keluarganya sendiri. Tetapi cinta mengalahkan segalanya, ketika Nania lebih memilih untuk merangkai masa depan dengan seorang Buckingham. Kepalanya melirik sesuatu yang lain, berusaha untuk mengalihkan pembicaraan tetapi belum sempat Nania menyanggah Marvin bunyi bel bar terdengar menandakan seorang datang.

Bukan. Bukan pelanggan atau seorang penyihir yang sedang butuh didengarkan tetapi seorang yang dikenalnya dan menjadi masa depannya. Franshkopa Buckingham. Laki-laki dengan perawakan begitu tinggi serta mata hijau yang membuatnya lebih tenang setiap saat memasuki bar.

”Sayang, aku sudah rindu.”

Fransh berucap dan melihat Marvin lalu melihat Nania kembali, laki-laki ini mengenal Marvin dan bagaimana tingkah lakunya jika mengetahui sebuah rahasia. Nania menggenggam tangan Fransh, lalu tersenyum tipis. “Marvin, ingat Franshkopa Buckingham?” Nania memberikan jeda untuk Marvin berpikir sejenak, lalu kembali melanjutkan kalimatnya. “Sebulan yang lalu, kami baru saja menikah.” Tentu menikah di gereja Muggle dimana tidak ada yang mengenal keduanya.



NB : Saya tidak tahu mengapa cerita saya semua ke bold padahal tidak di bold. Mon maap.


Tidak diterima
Edited by Periculum, Apr 10 2018, 05:40 PM.
Offline Profile Goto Top
 
Richelle Maitland
Curse Breaker Magang
Marielle Adrianna Wyatt

Penampakan Fisik
Posted Image

Nama Visualisasi
Lydia Chanel Hunt

Jenis Kelamin
Perempuan

Status Darah
Pureblood

Tempat/tanggal Lahir
Hogsmeade / 31 Desember 1799

Tempat Tinggal
Hogsmeade

Tinggi Badan
170cm

Warna Rambut
Pirang madu

Warna Mata
Hijau keabuan

Riwayat Pendidikan
Beauxbatons (1787 - 1794)

Tongkat Sihir
Ash, dengan inti kristalisasi darah Phoenix, fleksibel, 28.5 cm. Dengan gagang perak murni.

Spesialiasi Sihir
(kosongkan)

Pekerjaan
Mediwizard Junior

Sikap Politik
Netral

Sifat Chara
Pemalu, jarang berbicara pada orang yang baru dikenal apalagi memperlihatkan emosinya. Baik hati dan lemah lembut. Tenang, suka bersenandung. Cepat beradaptasi. Terkadang plin-plan dan sulit mengambil keputusan.


Daftar keluarga:

  • Ayah: Diazimillian Jouis Wyatt (Magizoologist)
  • Ibu: Bernadette Etienne Wyatt nẻẻ Jourdain (Healer Senior)
  • Kakak: Jeremie Jouis Wyatt
  • Sepupu jauh: Brianna Wyatt

Riwayat Hidup dan latar belakang:
Wyatt merupakan keluarga besar yang hidup dan tinggal di dataran Inggris dan Perancis. Diazimillian Jouis Wyatt merupakan seorang Magizoologist berkerwarganegaraan Inggris yang sempat menetap di Perancis untuk bekerja lalu menikahi Bernadette Wyatt dan mempunyai dua orang anak. Marielle dan Jeremie, kakak lelakinya, menempuh pendidikan sihir di Akademi Beauxbatons. Seusai menyelesaikan masa studi kedua kakak beradik tersebut dibawa kembali ke Inggris untuk tinggal dan menetap di sana selamanya.

Keterangan tambahan:
Phobia ruang sempit. Menyukai seni musik.


Ceritakan Ceritamu

Hogsmeade pagi itu hujan besar. Keluarga Wyatt yang baru tiba dari Perancis harus rela menaiki kereta kencana yang lamban. Barang bawaan mereka akan diantarkan sehari kemudian, setelah kereta khusus pengangkut barang diberangkatkan dari pelabuhan. Perjalanan jauh itu Marielle nikmati dengan bersenandung riang, mengamati kehidupan yang maha tenteram di tanah kelahirannya sendiri. Gadis berambut pirang itu dilahirkan di sini, meski sejak usia tiga tahun harus menetap dan berakhir tumbuh besar di Perancis. Suasana yang sempat hilang dari memori ingatannya, perlahan mulai muncul kembali.

Sang kakak, Jeremie, terlelap di samping kiri. Sedangkan Diazimillian dan Bernadette, sudah seminggu terakhir menempati kediaman baru mereka di Hogsmeade, sekaligus mempersiapkan kedatangan putra dan putri lajangnya di bumi pertiwi sang ayah.

"Jem, bangunlah. Kita sudah hampir sampai," Marielle menggoyang pelan bahu saudaranya. Di luar hujan mulai mereda, meski angin masih terus menerpa hingga terkadang kereta kencana itu berayun pelan. "Mmh?" Jeremie mulai membuka mata. Marielle mengamati dengan pandangan sebal karena sang kakak selalu mudah tertidur di mana saja.

"Kau yakin kita sudah sampai?" Gadis itu melihat kakaknya yang mengusap-usap mata, mengintip dari balik tirai jendela kereta, memindai panorama alami yang terbentang sejauh mata memandang. "Kita akan tinggal di pedesaan?" tanya kakaknya lagi dengan raut tak percaya.

"Mm, b-begitulah."

Jauh berbeda dari kehidupan yang sebelumnya mereka jalani di pusat ibukota Paris, Perancis, yang bergelimang kemewahan khas penduduk kota.

Kini, Marielle dan Jeremie harus beradaptasi. Di balik manor yang megah itu, tak ada bangunan-bangunan besar yang mengelilingi, akan tetapi perkebunan dan persawahan yang masih asri.
Edited by Richelle Maitland, Mar 20 2018, 10:04 PM.
Offline Profile Goto Top
 
Adalet Buckingham
Member Avatar
Slytherin
Franshkopa Buckingham

Penampakan Fisik
Posted Image

Nama Visualisasi
Lionel Clerc

Jenis Kelamin
Laki-laki

Status Darah
Pureblood

Tempat/tanggal Lahir
Dunvegan/17 Agustus 1782

Tempat Tinggal
Dunvegan, Isle of Skye

Tinggi Badan
190

Warna Rambut
Cokelat gelap

Warna Mata
Hijau

Riwayat Pendidikan
Hogwarts School of Witchcraft and Wizardry

Tongkat Sihir
Hazel 28 cm dengan inti jantung anntipodean opaley, kaku

Spesialiasi Sihir
(kosongkan)

Pekerjaan
Pebisnis dan penanggung jawab Buckingham's Old Wine

Sikap Politik
Pro Volkenshire

Sifat Chara
Pembawaan santai, berkarisma, dan pandai bertutur manis.


Daftar keluarga:

Nania Buckingham (istri)
Valerie Buckingham (putri)
Luca Buckingham (putra)
Fitzgerald Buckingham (saudara laki-laki)
Adelaide Buckingham (saudari ipar)
Freace Buckingham (bibi)
Greggory Glory (keponakan)
Red Buckingham (keponakan)
White Salvatore (keponakan)
Deanisius Buckingham (keponakan)
Candy Buckingham (keponakan)
Honey Folk (keponakan)
Adalet Buckingham (sepupu)
Alain Buckingham (keponakan)
Caileanisius Buckingham (keponakan)
Felixius Buckingham (keponakan)
Felixia Buckingham (keponakan)
Armstrong Buckingham (keponakan)
Valentino Foxwhite (keponakan)

Riwayat Hidup dan latar belakang:


Bungsu dari lini utama keluarga Buckingham. Adik dari si pemimpin klan, Fitzgerald Buckingham. Hidup bebas selama bertahun-tahun, tidak ingin berdiam di Dunvegan seperti Buckingham lainnya. Namun, keinginannya tersebut harus dihentikan ketika salah seorang wanita yang pernah bersamanya datang mengetok pintu Buckingham Landing dengan seorang gadis kecil yang ternyata adalah anak kandung Franshkopa (Valerie Buckingham). Dia sendiri tidak mengetahui keberadaan anak itu selama ini, makanya dia tidak bisa berbuat apapun selain menyerahkan keputusan kepada sulung, Fitzgerald.

Setiap orang memiliki rahasia masing-masing, Franshkopa pun demikian.
Berselang beberapa bulan, rahasia yang Franshkopa tutupi akhirnya ia buka ke hadapan Fitzgerald. Bahwa, dia telah menikahi seorang wanita bernama Nania, tanpa izin keluarga dan memiliki putra yang bernama Luca Buckingham. Dengan keberanian, dia menghadap Fitzgerald dan meminta restu.

Keterangan tambahan:
_________



Ceritakan Ceritamu

Musim Panas 1819


“Apa yang akan kau lakukan sekarang, My Lord?”

Semburat jingga mewarnai langit Dunvegan, mengantar dua bersaudara duduk menghabiskan waktu di penghujung Musim Panas yang menyedihkan. Ada gores khawatir di wajah si pemimpin, bagaimana pun belakangan ini keluarga mereka sedang ditempa oleh duka yang tidak juga berhenti menyerang. Suara napas berat Fitzgerald membuatnya khawatir, tapi kalimatnya akan berhenti sampai di sana. Ia tahu bahwa ada batas yang saudaranya tidak ingin bungsu lewati.

”Sekarang, Freace sudah tiba di Hogwarts. Dia yang akan mengurusnya lebih lanjut.”

Tenggorokan Franshkopa mendadak kering, ia mampu merasakan amarah dari kalimat saudaranya. Sudah sangat lama Fitzgerald tidak memperlihatkan dirinya yang ini. Terakhir kali adalah ketika Emily memutuskan untuk mengizinkan Adelaide masuk ke Buckingham Landing, di sanalah terakhir Franshkopa melihat sosok Fitzgerald yang menakutkan.

“Kalau begitu kau tidak usah khawatir dan bersantailah sejenak. Freace tidak mungkin membuatmu kecewa.”

Fitzgerald mengangguk, lalu meneguk cairan alkohol dari gelasnya.

”Valerie,”

Nama putrinya disebutkan, kedua tangannya terkepal rapat.

”Sedang berada di jalur yang sama seperti yang dipilih oleh Alecia. Aku tidak ingin kesalahan yang sama terulang, Fransh. Kau harus mengawasi putrimu atau aku akan melakukan hal yang buruk. Lagi.”

Franshkopa bergeming, ia masih ingat bagaimana beberapa hari lalu mereka menguburkan jenazah Ronald Folk. Dan apa yang dikatakan Fitzgerald barusan membuatnya mulai merangkai prasangka. Sebuah prasangka yang jika benar adanya, pasti akan menghancurkan klan ini. Keluarga ini.


Diterima
Edited by Periculum, Apr 10 2018, 05:44 PM.
Offline Profile Goto Top
 
Leopold Martell
Member Avatar
Gryffindor 1814
Thalia Glynis Martell

Penampakan Fisik
Posted Image

Nama Visualisasi
Patricija Luiza Broka

Jenis Kelamin
Wanita

Status Darah
Pureblood

Tempat/tanggal Lahir
Inverness, 29 Oktober 1795

Tempat Tinggal
London

Tinggi Badan
175 cm

Warna Rambut
Coklat Muda

Warna Mata
Biru

Riwayat Pendidikan
Beauxbatons, 1807 - 1814

Tongkat Sihir
Pear, 27 cm  inti kuku naga, kaku

Spesialiasi Sihir
(kosongkan)

Pekerjaan
Wartawan Lepas

Sikap Politik
Netral

Sifat Chara

- Introvert
- Tenang
- Berkepala Dingin
- Peduli hanya pada orang yang dikasihinya
- Tidak suka basa-basi
- Individualis


Daftar keluarga:
Leopold Martell (sepupu)

Riwayat Hidup dan latar belakang:
Sewaktu kecil, Thalia Martell hidup bersama ibunya di sebuah rumah mewah di pinggiran kota Inverness. Ayahnya dan ibunya; Edwin dan Anthea Martell bercerai saat ia berusia dua belas tahun. Hak asuh atas Thalia berada pada ibunya. Bagi Thalia, ayah dan ibu hanyalah gelar yang diberikan karena telah melahirkannya. Tidak ada bentuk perhatian dan kasih sayang yang diberikan oleh mereka. Edwin terlalu sering bermabuk-mabukan dan tidur di dalam kamar. Di sisi lain, Anthea terlalu sibuk mengikuti perhelatan sosial kalangan atas. Setelah bercerai, Anthea dan Thalia diusir dari rumah keluarga Martell dan hidup di rumah milik keluarga Grayson (nama gadis Anthea).

Tidak hanya mereka yang diusir, tetapi juga tukang kebun dan pelayan rumahnya, pasutri Hugo dan Beatrice Smith(?). Pasangan Smith ini sebelumnya merupakan pelayan keluarga Grayson yang diperbantukan di rumah keluarga Martell. Pasutri inilah yang selalu menemani dan menyayangi Thalia layaknya anak sendiri dan menjadi satu-satunya alasan Thalia untuk pulang ke rumah setiap musim panas.

Setelah lulus sekolah, ia hidup di Paris selama empat tahun sebelum kembali ke Inggris. Thalia yang sudah beranjak dewasa ingin membuktikan kepada diri sendiri bahwa ia sanggup hidup tanpa bayang-bayang ibunya. Oleh karena itu, ia banyak melakukan beragam pekerjaan di Paris.

Keterangan tambahan:
Hampir selalu memakai kacamata


Ceritakan Ceritamu
Bayangan seorang wanita bertudung yang berasal dari cahaya terang pada ujung tongkat, terpantul pada undakan batu. Pada ujung tangga tersebut, selapis pagar besi abu-abu membentengi sebuah bangunan berwarna putih gading. Perlahan, kaki wanita tersebut menaiki undakan.

Selang satu detik setelah wanita tersebut menginjakkan kaki pada undakan terakhir, pagar besi membuka sendiri. Ia berjalan menuju pintu masuk bangunan. Lagi, pintu tersebut membuka sendiri, menampakkan ruang tamu mewah dengan berbagai guci porselen dan lukisan berbingkai emas. Sinar pada tongkat ia matikan.

"Thalia?!"

Kali ini, langkah wanita tersebut terhenti. Ia berbalik dan menatap lekat sosok wanita  paruh baya dengan dandanan lengkap serta gaun dan aksesoris termahal. Wanita yang dipanggil Thalia membuka tudungnya. Ekspresi kaku terpeta pada wajah pucatnya. Wanita yang sekiranya berusia dua puluh tahunan itu berucap dengan nada dingin, "Ibu." ibu Thalia terperangah seakan tidak mempercayai apa yang ia lihat. "Kau kembali!" pekiknya pelan.

Hampir selama enam tahun Thalia tidak melihat sosok yang membawanya ke dunia. "Aku mempunyai urusan sebentar di rumah ini." Jeda ia berikan agar ibunya memahami bahwa ia tidak ingin ada di sini. "Hanya lima menit lalu aku akan pergi dan tidak akan kembali."

Wanita yang lebih muda berbalik menghadap pintu yang masih terkunci. Sementara wanita yang lebih tua berteriak, "Thalia Glynis Martell!" kedua alis Thalia terangkat. Sudut mulutnya tertarik seakan sudah menanti hal ini. Ini adalah kali pertama Ibu berteriak padaku. batinnya senang. Namun, gadis itu tetap pada tujuannya dan berjalan menuju pintu. Diambilnya kunci dari dalam saku dan ia masukkan ke dalam lubang kunci.

"Smith suami istri itu tidak pernah mengijinkanku masuk ke sana, kau tahu!" Wanita paruh baya itu kini mulai berbicara dengan nada dingin dan kesal. "Aku. Nyonya besar di rumah ini, dilarang memasuki kamar anak perempuannya oleh seorang pelayan dan tukang kebun! Betul-betul memalukan!!"

Seakan hanya mendengar angin lalu, Thalia memasuki ruangan dan segera menutup pintu di belakangnya. Ia memperhatikan setiap sudut kamar tidur tersebut. Tak ada yang berubah. Hugo dan Beatrice benar-benar melaksanakan titah terakhir Thalia sebelum dirinya meninggalkan rumah. Ia segera membuka salah satu nakas dan memasukkan sebuah kantung kulit ke dalamnya.

Tidak sampai lima menit Thalia berada di ruangan tersebut. Saat ia keluar, ibunya sudah tidak berada di tempatnya semula. Thalia kembali menuju pintu depan yang membuka sendiri. Dua orang laki-laki dan perempuan tampak sedang menunggu di dekat pagar besi. Ekspresi kakunya hilang dan digantikan dengan ekspresi rindu yang meluap-luap. Thalia berjalan cepat menuju pagar. Pasangan tersebut membungkukan badan mereka. "Nona Thalia." ujar mereka bersamaan.


Diterima
Edited by Periculum, Apr 10 2018, 05:46 PM.
Offline Profile Goto Top
 
Marilynn Silverstein
Member Avatar
Gryffindor
Aurora Silverstein

Penampakan Fisik
Posted Image

Nama Visualisasi
Nimue Smit

Jenis Kelamin
Wanita

Status Darah
Pureblood

Tempat/tanggal Lahir
Hart, Hampshire / 21 Desember 1798

Tempat Tinggal
Hart, Hampshire

Tinggi Badan
1.73 m

Warna Rambut
Cokelat

Warna Mata
Biru

Riwayat Pendidikan
Beauxbatons angkatan 1810, lulus 1818

Tongkat Sihir
Vinewood, dengan inti surai Pegasus betina, 29.7 cm, fleksibel

Spesialiasi Sihir
(kosongkan)

Pekerjaan
Wartawan Daily Prophet (belum genap satu tahun)

Sikap Politik
Netral

Sifat Chara
Angkuh, oportunis, optimis, punya rasa penasaran cukup tinggi, tidak mau repot, penuh pertimbangan


Daftar keluarga:

Ayah: Kaiden Silverstein
Ibu: Aseneth Silverstein
Saudara kandung: Hardy Silverstein (kakak laki-laki pertama), Eustace Silverstein (kakak laki-laki kedua), Frank Silverstein (kakak laki-laki ketiga)
Sepupu: Nicolas Silverstein (tunangan), Rosalie Silverstein, Emma Silverstein, Trisha Silverstein
Keponakan: Edlynne Silverstein, Morris Silverstein, Cantrelle Silverstein
Kerabat: Marilynn Silverstein


Riwayat Hidup dan latar belakang:
Bungsu sekaligus putri satu-satunya Kaiden dan Aseneth Silverstein yang kehadirannya tidak pernah disangka maupun direncanakan. Jarak usia yang jauh dari ketiga kakak laki-lakinya membangun pola pikir yang berbeda dan kerap larut dalam pikirannya sendiri. Menjadi satu-satunya anak perempuan dari tiga saudara lainnya menciptakan pribadi seorang wanita mandiri dan anggun, terlebih sekolahnya yang jauh dari Britania Raya.

Keterangan tambahan:
-



Ceritakan Ceritamu


Musim panas 1819.



“Rae. Apakah pakaianku sudah rapi?”

Seorang wanita muda berputar dalam posisinya, Aurora namanya, membuat gaun serupa warna salju yang dikenakan oleh tubuhnya ikut berputar dan menyentuhkan sedikit ujungnya pada permadani di atas lantai. Pantulan bayangan yang ia lihat pada cermin seketika berganti dengan sosok yang sedang menatapnya dengan wajah berseri, kemudian gadis sebaya dengannya itu mengaitkan satu sama lain dua tangannya yang telanjang. Sesungguhnya tak perlu ia bertanya pun jawaban yang ingin Aurora dengar telah terpampang jelas pada paras pelayannya. Namun mendengar jawaban langsung dari mulut mungil Rae merupakan sebuah kepuasan tersendiri bagi Aurora Silverstein.

“Tentu saja, Nona. Nona Aurora. Sungguh menakjubkan.”

Jawaban itu berhasil meretaskan senyum manis pada paras Aurora yang akhir tahun ini akan menginjak usia 21 tahun. Dagunya diangkat serta sesaat sebelum langkah ringannya mulai membawa sang wanita muda menyeberang menuju jendela terbuka. Aroma musim panas menyerobot masuk ke dalam ruangan dan meniup lembut anak rambut dengan lancangnya, tapi Aurora tak mempermasalahkan.

Tidak biasa, benar begitu, hm? Mungkin. Terlebih mengingat ia akan begitu benci ketika sinar matahari bersentuhan langsung dengan kulit wajahnya. Padahal seseorang dari Beaxbatons pernah berkata jika mata birunya akan lebih indah kala bersinggungan dengan cahaya. Oh, betapa omong kosong.

Untuk kali ini Aurora akan berbaik hati dan tidak mengutuk matahari. Karena ada seseorang yang akan menjadi target serapahnya meskipun tak akan sampai dilontarkan oleh lisannya.

Aurora mengalihkan pandang menuju pelayannya.

“Kereta kudanya sudah siap, bukan? Ikut denganku menemui Nicolas.” Aurora mengambil tas tangannya dan bersiap pergi menuju ambang pintu. Ada pekerjaan penting yang harus ia lakukan. Pekerjaan pertamanya meliput kejadian besar dalam terowongan atas nama Daily Prophet. “Akan kuberikan gaun baruku padamu asalkan kau nanti tidak membuat ku malu saat bertemu dengan Nicolas.”

Benar. Nicolas Silversteinlah yang akan tunduk padanya hari ini. Alam semesta pun akan menuruti keinginannya, termasuk tunangan yang mencampakkannya itu.


Diterima
Edited by Periculum, Apr 10 2018, 05:46 PM.
Offline Profile Goto Top
 
1 user reading this topic (1 Guest and 0 Anonymous)
ZetaBoards - Free Forum Hosting
Join the millions that use us for their forum communities. Create your own forum today.
« Previous Topic · Aplikasi Chara · Next Topic »
Locked Topic