hit counter code
Welcome Guest [Log In] [Register]


News Update

Reminder

KALENDER NIH TERM 26

Kami mengimbau kepada seluruh member New Indo Hogwarts untuk tetap menyertakan terjemahan pada bahasa asing yang digunakan dan menggunakan warna abu-abu untuk quote dan mengutip dialog.


Posted Image
Selamat datang di Forum Role Play Basis Teks
INDOHOGWARTS


Kami berharap kamu dapat menikmati kunjungan ini. Saat ini, kamu sedang meninjau Forum kami sebagai guest/tamu. Hal ini berarti area tinjauanmu terhadap board dan fitur-fitur yang dapat digunakan di dalam Forum ini masih sangat terbatas.

Registrasi dalam Forum ini bebas biaya, namun tahapannya tidak terlalu sederhana, kamu disarankan untuk membaca terlebih dahulu Registrasi dan Aplikasi sebelum mendaftar pada waktu yang telah ditentukan.

Jika kamu sudah menjadi member, silahkan log in ke dalam Akunmu untuk mengakses Forum.
Posted Image

Username:   Password:
Multi Quote Quote Post
Locked Topic
Aplikasi Chara Penyihir Dewasa Term 26
Topic Started: Jun 25 2018, 02:50 PM (1,011 Views)
Seampriest

GUNAKAN FORMULIR BERIKUT UNTUK MENDAFTARKAN CHARA PENYIHIR DEWASA.

Perhatikan ketentuan-ketentuan mengenai chara dan pendaftaran chara yang berlaku dalam GARIS BESAR HALUAN FORUM ROLEPLAY INDOHOGWARTS

Code:
 

[table=2, (isi dengan nama chara)]
[b]Penampakan Fisik[/b][c][center] (masukkan link visualisasi ukuran 100x100) [/center][c]
[b]Nama Visualisasi[/b][c]________[c]
[b]Jenis Kelamin[/b][c]________[c]
[b]Status Darah[/b][c]__________[c]
[b]Tempat/tanggal Lahir[/b][c]__________[c]
[b]Tempat Tinggal[/b][c]_________[c]
[b]Tinggi Badan[/b][c]_________[c]
[b]Warna Rambut[/b][c]________[c]
[b]Warna Mata[/b][c]_______[c]
[b]Riwayat Pendidikan[/b][c]_________[c]
[b]Tongkat Sihir[/b][c]________[c]
[b]Spesialiasi Sihir[/b][c](kosongkan)[c]
[b]Pekerjaan[/b][c]__________[c]
[b]Sikap Politik[/b][c]__________[c]
[b]Sifat Chara[/b][c]___________[/table]

[table][b]Daftar keluarga:[/b][c]____________[c]
[b]Riwayat Hidup dan latar belakang:[/b][c]_______________[c]
[b]Keterangan tambahan:[b][c]_________[/table]


[b]Ceritakan Ceritamu [/b]

____________________________
____________________________
____________________________
____________________________
____________________________
____________________________

Offline Profile Goto Top
 
Valentino Foxwhite
Member Avatar
Ravenclaw
Rigel Hatton

Penampakan Fisik
Posted Image

Nama Visualisasi
Shaun Haugh

Jenis Kelamin
Laki-laki

Status Darah
Pureblood

Tempat/tanggal Lahir
Middlefex, London/13 Februari 1790

Tempat Tinggal
London

Tinggi Badan
185 cm

Warna Rambut
Cokelat tua

Warna Mata
Biru

Riwayat Pendidikan
Sekolah Sihir Beauxbatons 1801-1808

Tongkat Sihir
Acacia, 28 cm, inti bulu hipogriff

Spesialiasi Sihir
(kosongkan)

Pekerjaan
Pemilik galeri lukisan sihir

Sikap Politik
Netral

Sifat Chara
  • Licik
  • Tenang dan berkepala dingin
  • Manipulatif
  • Egosentris; segala hal terarah kepada diri dan keluarganya


Daftar keluarga:
  • Roderick Hatton; paman, RIP.
  • Frederick Hatton; sepupu, hilang.
  • Regulus Hatton; sepupu , siswa Hogwarts.
  • Rowan Hatton; ayah kandung.
  • Rose Marie Eamnon; ibu kandung.
  • Rosario Hatton; adik kandung.

Riwayat Hidup dan latar belakang:
Royal dan loyal adalah dua kata yang membesarkan seorang Rigel muda. Dididik untuk mencintai diri dan keluarga terdekat menjadikan Rigel bagaikan serigala yang melindungi sanak saudaranya dengan taruhan nyawa. Rigel tumbuh sebagai pemuda penuh determinasi dan ambisi. Harga diri adalah perihal yang mutlak harus ia jaga—sekalipun tanggungjawab menggeregoti dirinya. Rigel adalah persona dari hitam yang berhiaskan warna-warni palsu dan ia tak segan untuk menyingkirkan siapa pun yang mencoba menghalanginya.

Rowan mendidiknya dengan keras—dalam bertarung dan kedisiplinan. Rose Marie menjadikannya sempurna dalam etika dan citarasa seni. Rosario, sang adik perempuan, mengajarkannya arti kasih sayang. Keluarga, baginya, adalah awal mula dari semua perjalanannya dan ia bersumpah bahwa ia akan menaruh keluarga di atas semua orang lain di dunia. Usai mengenyam pendidikan di Beauxbatons dengan peminatan Arithmancy, Rigel kembali ke Inggris. Berbekal pengetahuannya dalam bidang ilmu sihir ini, ia bertekad untuk mengembalikan keluarga Hatton kepada kejayaan melalui pengabdiannya kepada ilmu Arithmancy, dan salah satunya dengan berada di bawah naungan Hogwarts.

Keterangan tambahan:
-


Ceritakan Ceritamu


“—sembilan, sembilan, tujuh, lima, tiga.”

Kedua iris birunya berkilat. Bibirnya menyeringai.

“Kau tahu, Milford, bahwa penjumlahan dari angka-angka itu adalah enam.”

Dinding batu yang dingin seolah membisikkan ketakutan. Desir angin yang menerobos celah-celahnya meneriakkan pengampunan. Rigel Hatton bergidik. Jijik. Terlebih ketika ia melihat Milford yang terantai lemah di lantai batu itu menyentuh dan menciumi kakinya yang berbalut sepatu. Ditatapnya squib itu dengan pandangan merendahkan—oh, andai ia bisa merapalkan kutukan kematian kepada squib yang meneriak-teriakkan bualan bahwa dulu ia adalah Si Penadah ini. Omong kosong yang paling membuat dadanya berdesir hangat; penuh rasa tidak percaya dan tanpa ampun.

“Loyalitas mewakili angka itu—sebagaimana Rigel Hatton hidup selama tiga puluh tahun.”

Rigel mengenyahkan si squib dari kakinya dan menendangnya ke sudut ruangan. Tidak, ia tidak akan membunuh manusia tak berguna itu selama masih menjadi mainan Rosario.

Obor redup menyala. Apinya menari-tari membentuk bayangan yang meliuk tanpa berhenti. Rigel memandang cahaya bulan yang berhasil menerobos masuk dan membawanya berpikir kepada sebuah katedral tua di ujung jauh London. Bangunan yang tiada dipedulikan oleh para muggle yang bodoh dan, ironisnya, hampir semua penyihir. Kota London semakin menyesakkan dadanya—ketika para darah campuran dan para lumpur bergerak dengan leluasa di atas tanah leluhur mereka, para penyihir berdarah murni. Satu hembusan napas ia loloskan; untuk ingatan berikutnya terhadap Roderick Hatton yang hanya tinggal nama.

Terlalu banyak yang harus diperbaiki.

Sebanyak mereka yang harus disudahi.

Sampai mati.
Offline Profile Goto Top
 
Ren Sumeragi

Ren Sumeragi

Penampakan Fisik
Posted Image

Nama Visualisasi
Hideto “Hyde” Takarai

Jenis Kelamin
Laki-laki

Status Darah
Pureblood

Tempat/tanggal Lahir
Nagasaki, 21 Juli 1799

Tempat Tinggal
Nagasaki 1799 – 1820
Middlesex 1820 – sekarang

Tinggi Badan
168 cm

Warna Rambut
Hitam

Warna Mata
Cokelat

Riwayat Pendidikan
Mahoutokoro 1810 – 1817

Tongkat Sihir
Kaya 29 cm | Dragon’s Heartstring | Kaku

Spesialiasi Sihir
(kosongkan)

Pekerjaan
- Prajurit junior penjaga perbatasan Jepang di bagian Nagasaki 1817 – 1820
- (calon) staf Departemen Kecelakaan dan Bencana Sihir 1820 - sekarang

Sikap Politik
Netral

Sifat Chara
Ren adalah pemuda realistis. Semua hal harus bisa dijelaskan dengan logika. Dia menolak mempercayai segala sesuatu yang menurutnya abstrak dan tidak bisa diterima akal. Salah satu contohnya: ramalan.


Daftar keluarga:
Nama Ayah: Gennosuke Sumeragi
Pekerjaan: Pedagang (mantan samurai)
Nama Ibu: Oboro Sumeragi (dulunya Kisaragi)
Pekerjaan: Ibu rumah tangga
Nama Saudara: Ryuu Sumeragi
Pekerjaan Saudara: Pedagang

Riwayat Hidup dan latar belakang:
Setelah Jepang memasuki masa damai dan samurai tidak lagi dibutuhkan untuk menjaga pertahanan, keluarga Sumeragi tinggal di sebuah desa hasil babat alas sebuah hutan yang terletak di kawasan Nagasaki bersama para samurai lain yang juga penyihir. Dalam komunitas yang ada di desa ini, mereka menyebut diri mereka sebagai Shinobi. Di desa ini pula, Ren tumbuh dan dibesarkan serta mulai mempelajari sihir sejak usia tujuh tahun —hingga akhirnya menjadi murid Mahoutokoro pada tahun 1810.

Jepang masih mengisolasi diri pada saat itu. Namun tidak sepenuhnya mengingat pedagang dari Belanda, Cina, dan Korea diperbolehkan masuk dan tinggal di Pulau Deshima, dekat Nagasaki. Meskipun keluarganya bersikap netral, Ren termasuk dalam kelompok pengikut garis keras yang tidak menyukai bangsa barat. Menurutnya, mereka itu sombong dan arogan, karena tidak menerima prinsip masyarakat Jepang yang menyatakan Kaisar Jepang adalah utusan Tuhan di muka bumi.

Selama bersekolah, Ren dikenal sebagai murid pendiam. Dia juga bukan murid yang menyolok dalam pelajaran. Nilainya masuk dalam kategori cukup. Baginya, yang penting dia tidak mengulang dan bisa lulus. Ren baru masuk menjadi tim Quidditch sebagai Chaser cadangan saat dia berada di tingkat tiga. Di tingkat empat, barulah dia menjadi pemain inti sebagai Beater. Di sini, dia mulai mendapatkan kesenangan tersendiri dalam memukul Bludger —pemuda itu biasanya melampiaskan semua kekesalannya saat memukul Bludger. Sejak saat itu pula, Ren memutuskan untuk tetap dalam posisinya sebagai Beater dan tidak bersedia dipindah di posisi manapun.

Pada tahun 1820, saat bekerja sebagai penjaga perbatasan, Ren menembak jatuh seekor burung hantu pembawa surat yang tidak melalui jalur resmi. Saat mengetahui isinya, dia mengetahui Kagura Itoh mengirimkan surat rahasia ke Kementerian Sihir Inggris yang ditujukan untuk Elmaz Shastri. Pemuda itu meloloskan surat tersebut dan menyihirnya agar tidak melalui pemeriksaan lebih lanjut setelah menulis beberapa catatan untuknya sendiri.

Ren kemudian menghubungi karibnya, Motoki Ueda, tentang rencana kembali ke Inggris. Namun dia tidak memberitahu apapun soal Kagura. Biarkan saja nanti jadi kejutan, begitu pikirnya. Keduanya sepakat untuk kembali ke Inggris bersama-sama setelah Ren mengirimkan sebuah surat untuk salah satu pejabat di Kementerian Sihir, Alecia Hurst.

Keterangan tambahan:
- parasnya cenderung cantik dengan postur ramping, membuatnya sering dikira perempuan, terutama dilihat dari belakang
- post ini sekaligus update dari digest awal


Ceritakan Ceritamu

Adalah kebodohan bila menganggap sepucuk surat yang keluar dari Jepang tidak dibaca oleh siapapun. Surat dari Jepang, dengan alasan apapun harus diantar ke Kementrian Sihir terlebih dahulu untuk didaftarkan ke tempat tujuan. Setelah menerima stempel yang menandakan tidak adanya pelanggaran aturan dan kode etik negara, surat tersebut akan diantar ke Nagasaki bersama surat dan paket lainnya yang akan dikirimkan ke Belanda. Dari Belanda, surat tersebut akan dikirimkan melalui jalur sihir.[1] Alasan ini menjadi penyebab utama lambannya jalur komunikasi antara Jepang dan dunia luar. Tidak ingin ribet? Bisa saja. Langsung kirim burung hantu tanpa izin dan dia akan menempuh resiko ditembak jatuh.

Itu, adalah tugas Ren Sumeragi yang kini bekerja di Nagasaki.

Pekerjaan tersebut membawa Ren pada sebuah surat yang dikirimkan secara ilegal oleh seseorang yang tidak asing. Kagura Itoh. Perempuan itu berniat kembali ke Inggris, hm? Bila membaca isinya, bisa jadi Sensei Nakata juga melakukan rencana serupa. Ren mencatat beberapa hal yang ada dalam perkamen tersebut sebelum akhirnya memasukkan ke dalam tabung. Sihir sederhana dia berikan sebagai pelengkap.

Memasuki jam istirahat, Ren melesat ke tempat orang lain yang juga tidak asing. Siapa lagi kalau bukan, “Motoki!” dia berseru saat melihat karibnya, “Ayo kita kawin lari!”

Kalimat itu membuatnya mendapat hadiah jitakan tanpa ampun di ubun-ubunnya sampai Ren harus berjongkok dan memegangi kepalanya, “Saionji-dono,”

Grumble.

Tampangnya sudah seperti bocah yang mau menangis―

―bercanda, saat ini dia menatap putri walikota tersebut dengan tatapan penuh dendam kesumat, “Jangan salahkan diriku bila tidak ingin membagimu informasi menarik yang baru kudapatkan.” Ren mendekatkan mulutnya ke telinga Motoki lalu berbisik, “Sensei Nakata berniat mengawini Elmaz Shastri.” Dia menjauhkan kepalanya, “Tidakkah itu terdengar menarik?”

Sepertinya ucapan tadi akan menjadi fitnah terbesar abad ini.


[1] ©Tamaru Torigoe
Edited by Ren Sumeragi, Jul 7 2018, 03:41 PM.
Offline Profile Goto Top
 
Regulus Hatton
Member Avatar
Slytherin
Rosario Hatton

Penampakan Fisik
Posted Image

Nama Visualisasi
Alice Vink

Jenis Kelamin
Perempuan

Status Darah
Pureblood

Tempat/tanggal Lahir
Abergavenny, 20 Oktober 1799

Tempat Tinggal
Abergavenny

Tinggi Badan
180 cm

Warna Rambut
Cokelat gelap

Warna Mata
Biru kehijauan

Riwayat Pendidikan
Akademi Beauxbatons

Tongkat Sihir
Rosewood 26 cm dengan inti jantung naga Chinese Fireball, sangat kaku

Spesialiasi Sihir
(kosongkan)

Pekerjaan
- Owlet Trainer
- Pelayan Leaky Cauldron
Sikap PolitikNetral

Sifat Chara
Clumsy, mudah bosan, gugup jika berhadapan dengan orang baru yang disukainya, pendiam jika berhadapan dengan orang baru yang tidak disukainya. Sangat buruk soal navigasi arah, yang menjadikan ia mudah sekali tersesat meski di jalan yang sering dilalui.


Daftar keluarga:
Nama Ayah: Rowan Hatton
Nama Ibu: Rose Marie Eamnon
Nama Saudara: Rigel Hatton - saudara kandung
Anggota keluarga yang ada di NIH:
- Roderick Hatton; paman, R.I.P
- Frederick Hatton; sepupu, hilang
- Regulus Hatton; sepupu

Riwayat Hidup dan latar belakang:
Masa kecil Ruby (nama akrab Rosario) dipenuhi oleh denting suara cawan beradu dan tawa-tawa palsu, bukan kupu-kupu atau kerlip kunang-kunang, bukan pula bunga dan berbagai macam makanan manis yang bisa membuat sakit gigi. Ia mengenal kejayaan, kemenangan, pesta pora. Tapi tidak mengenal estetika. Ia bahkan tidak mengenal banyak warna; hanya hitam, putih, dan abu-abu.

Rowan mencekokinya segala macam bentuk tata krama sejak usianya masih begitu belia. Menjadikan ia begitu fasih akan tipu daya. Rose Marie menyuapinya dengan birokrasi rumit keluarga. Membuat ia pintar memilih kolega. Selepas lulus dari Akademi Beauxbatons hidupnya luntang-lantung di Inggris. Ia tidak suka bergabung dengan Kementrian Sihir Inggris maupun sekolah sihir ternama semacam Hogwarts. Pengalaman memperdalam ilmu conjurasi di Beauxbatons ia gunakan untuk melatih burung hantu.

Beruntung paman Roderick dan putranya, Frederick, meninggalkan sebuah rumah di Diagon Alley yang bisa digunakannya untuk membangun usaha sebuah toko burung hantu dimana ia sendiri sebagai Owlet Trainer di sana. Jadi hidupnya bisa tergolong sedikit bermanfaat. Namun Ruby bukanlah tipe orang yang mudah puas dengan semua itu ataupun pasrah menjalani hidup demi menanti kematiannya tiba. Ia suka berkelana. Jika ia bosan dengan dunia yang biasa-biasa saja ini, ia mencari hiburan ke dunia-dunia hitam, suatu tempat yang tersembunyi di dalam kelam.

Knockturn Alley bukanlah favoritnya, tetapi berkat tempat itu ia mengenal seorang pria berwajah buruk rupa namun memiliki kepercayaan diri yang luar biasa (menurutnya) bernama Magnus Crome. Olehnya, ia dikenalkan dengan seorang penjahat berhati malaikat bernama Rowan Aquilla. Dan dengan bermain bersama mereka berdua, ia tahu bahwa keduanya adalah bawahan Master Yorath Keigwein, sama sepertinya. Ia adalah pengabdi Yorath Keigwein; bawahan, utusan, pengekor, dsb.
Keterangan tambahan:
Pemilik toko burung hantu Big Fish & Begonia, Diagon Alley



Ceritakan Ceritamu

Rosario memelintir tongkat Rosewood berbau wangi di tangan.

Romannya gadis itu agak kecewa karena bukan dia yang menghunuskan tongkat kepada muggle di depan mereka. Melainkan Magnus Crome sendiri yang melakukannya. Pantas jika kemudian ia memasang seringaian sebal di wajah ketika ia melihat muggle itu tumbang. Dengan terhormat, garis bawahi. Kenapa? Karena yang menumbangkan manusia itu bukanlah penyihir remeh yang baru belajar mantra sihir hitam kemarin sore.

Iri. Jelas. Tatapannya penuh dengki. Baru ketika ada orang lain yang membawa pergi jasad tersebut, ia melonggarkan seringaian. Ia melonggarkan bahu yang tertarik kaku. Dan menerima kenyataan bahwa dia tidak perlu merasa dengki, karena tugasnya kali ini hanyalah untuk mengawasi kinerja Magnus Crome dan Rowan Aquilla. Buatlah kesalahan sedikit saja, batinnya berbicara. Tidak perlu kesalahan besar dari yang seharusnya. Maka ia akan dengan senang hati melapor kepada Master Yorath Keigwein bahwa mereka berdua tidaklah layak mendapat perhatian.

Gadis itu kembali menarik senyum. Lalu kembali memelintir tongkat Rosewood dengan gerakan yang lebih halus. Wajahnya mengatakan bahwa ia cukup puas. Puas dengan rencananya sendiri.

Ia mengikuti rombongan kecil itu melewati lorong kecil ke arah katedral. Sebuah katredal yang tampak tidak terurus dan terlupakan. Jika ia bukan salah satu dari mereka, besar kemungkinan ia tidak akan melayangkan pandangan dua kali ke arah katedral yang bahkan tidak menarik sama sekali. Barang rongsok. Reruntuhan tidak berguna. Bangunan sampah, etc. Tetapi berada di komunitas ini membuat penilaiannya berubah.

Ia tidak hanya sensitif terhadap bangunan-bangunan tua yang telah lama ditinggalkan, tetapi bahkan terhadap benda-benda rongsok seperti patung malaikat berkarat di depan pintu katedral. Sesosok buruk rupa yang kemudian terbelah berkat tongkat sihir Rowan Aquilla. Ia melewatinya sembari memutar mata, meremehkan. "Apa yang membuatmu berharga hingga mendapat kehormatan menjadi pintu masuk, Jelek." Cicit Ruby yang terdengar seperti bisikan. "Kamu tidak layak, uh."

Dari ujung tongkat sihirnya keluar percikan api yang mengarah ke bagian kiri patung yang terbelah, seolah ingin membuat besi karatan itu meleleh, namun yang terjadi patung itu hanya menjadi hangat, namun akan membuat kulit tangan melepuh jika ada yang penasaran dan memaksa menyentuh lapisan besi itu. "Sedikit estetika," katanya. "Akan membantumu."

Ruby tertawa pelan sembari berjalan meloncat-loncat riang menyusul rombongan menembus sebuah pintu yang mengantarkan mereka ke dalam ruangan berlimpah cahaya yang sangat berbeda dengan apa yang orang asumsikan ada di balik sebuah katedral tua reyot dari luar. Gadis itu bergabung kembali ke tengah-tengah rombongan saat Rowan Aquilla berbicara dengan seseorang. Fergus Angleson. Dengan langkah pelan sekali, ia menghampiri.

Seorang squib. Diulangi, seorang squib. Diulangi lagi, seorang squib, yang sialnya memiliki peran penting bagi organisasi. Sigh.

Untuk kali ini Ruby hanya bisa mendengarkan, berdiri diam, mengawasi, melempar picingan mata menilai ke arah Fergus Angelson, dan sebisa mungkin tidak membuat suara agar pembicaraan penting itu tidak terganggu. Dan berarti urusan mereka akan lebih cepat selesai. Lalu ia bisa pergi minum kopi di Kedai Cahill tanpa perlu repot-repot memberi laporan ke Master Yorath Keigwein jika misi ini gagal.

"Hei," Ruby berbisik kepada orang yang duduk di sebelahnya ketika ia dan seluruh undangan yang datang sudah hadir di dalam ruangan.Yang ia bisiki adalah dia yang paling tegang, yang paling serius mendengarkan rapat, yang engsel di bahunya terlihat nyaris copot saking kakunya. "Mau minum kopi bersamaku setelah ini?"

Disusul kedipan sebelah mata. Padahal di sisinya yang lain adalah manusia bengis Magnus Crome. Cari mati. Tetapi jika tidak bertindak menantang maut seperti itu, dia bukan Ruby.

Ketahuilah bahwa di dalam ruangan itu sedang berlangsung rapat besar antara Rowan Aquilla, Magnus Crome, Fergus Angelson, dan para undangan bersama para bawahan membicarakan sebuah hal krusial. Sungguh membosankan.

"Jangan serius begitu. Aku yang bayar nanti."


Offline Profile Goto Top
 
Charles Allenton
Member Avatar

Javier Allenton

Penampakan Fisik
Posted Image

Nama Visualisasi
Corey Scott

Jenis Kelamin
Laki-laki

Status Darah
Pureblood

Tempat/tanggal Lahir
Inverness, 5 Mei 1788

Tempat Tinggal
Allenton Manor, Fort William, Inverness-shire

Tinggi Badan
186 cm

Warna Rambut
pirang cokelat

Warna Mata
hijau

Riwayat Pendidikan
Durmstrang Institute 1799 - 1806

Tongkat Sihir
Lime inti kristalisasi racun runespoor, 29.1 cm

Spesialiasi Sihir

Pekerjaan
Staf Administrasi Gringotts dan pembuat jimat

Sikap Politik
Klan Wardlaw

Sifat Chara
Orang yang dari luar terlihat tidak peduli tapi sering diam-diam memperhatikan masalah orang lain, senang petualangan dan gemar tantangan. Sikapnya selalu terlihat santai, tenang dan penuh perhitungan. Kadang menggoda wanita untuk mendapatkan keinginan sendiri. Orang yang paling membenci birokrasi walau tidak pernah menyebutkan secara terang-terangan.


Daftar keluarga:

Frederick Allenton (deceased) - ayah
Madeline Allenton – nee Weathrow (deceased) - ibu
Charles Allenton – sepupu
Romero Allenton - keponakan
Zachary Allenton - keponakan
Meredith Wardlaw nee Allenton - keponakan

Riwayat Hidup dan latar belakang:
Javier Allenton adalah anak bungsu dari Frederick Allenton. Setelah lulus sekolah Durmstrang, dia lebih memilih hidup bebas dan berpetualang ke berbagai negara untuk mencari benda-benda sihir kuno. Dia juga memilih untuk hidup santai dan bekerja sebagai pembuat jimat sihir dengan penghasilan pas-pasan. Pada saat ayahnya meninggal, Javier kembali ke Inverness dan berniat diangkat menjadi kepala keluarga Allenton, tetapi Javier menolak lantaran ingin mengembalikan sepupunya, Charles Allenton ke posisi yang seharusnya.

Januari 1820, dia kembali lagi ke Inverness lantaran dikejar-kejar oleh satu keluarga penyihir di Norwegia karena dituduh telah berkomplot dengan sekelompok pencuri mengambil benda warisan keluarga itu. Sekarang Javier Allenton menghentikan kegiatan hidup bebas penuh petualangan. Ia bersembunyi di balik meja Gringotts sebagai staf administrasi untuk menghindari segala kecurigaan orang-orang.

Keterangan tambahan:



Ceritakan Ceritamu

Bunyi bel toko berkelontang nyaring tatkala ia masuk mendorong pintu. Toko di Knockturn Alley itu masih sama seperti yang dikenalnya, apak dan gelap dengan wewangian rempah yang menyesakkan hidung. Ia berjalan menghampiri pemilik toko, bersiul singkat dengan tidak sopan untuk meminta perhatian. Pemilik toko itu menoleh dan menggeram pada Javier “Lambat! Kau seharusnya datang lima belas menit yang lalu.” Hardikan itu tidak serta merta menjadikan Javier malu, ia malah menyeringai kecil.

“Maaf, kau tahu aku ini pegawai Gringotts yang sibuk.” Ia menghapus gerutuan sang pemilik toko dengan lambaian tangan santai.

“Kalung delima dari Swedia, membuat pemakainya benci pada keluarga sedarah.” Tanpa mempedulikan keterlambatan Javier lagi, pemilik toko membuka kotak kalung, memperlihatkan sebuah kalung emas dengan bandul batu delima yang menyilaukan. Tangan Javier menarik kalung itu dengan hati-hati. Ia menunduk, memperhatikan baik-baik kalung itu, batunya, dan rantainya. Lalu ia mendengus geli detik berikutnya. “Ini bukan dari Swedia, melainkan dari Inggris.” Pemilik toko mengerutkan dahi kebingungan.

“Salah satu ciri khas Lawford.” Ibu jarinya mengusap ukiran huruf ‘LL’ di balik bandul, sesuatu tentangnya yang hanya segelintir orang yang tahu. Senyumnya merekah dan ia meletakkan kembali kalungnya ke kotak semula. “Akan aku bawa, 2 sickle.” Ia yakin bisa memperbarui kalung itu kembali ke masa jaya. Benaknya berpikir untuk menunjukkannya pada yang lain, mereka bisa memakai ini entah bagaimana caranya. Mungkin ini sebuah pertanda bahwa memang sudah saatnya dia kembali ke katedral itu setelah sekian lama tidak pernah menampakkan muka lagi. Satu, tidak, dua minggu lagi saja. Lagipula datang terlambat memang kebiasaannya.
Offline Profile Goto Top
 
Motoki Ueda
Member Avatar

Motoki Ueda

Penampakan Fisik
Posted Image

Nama Visualisasi
Kento Yamazaki

Jenis Kelamin
Laki-laki

Status Darah
Pureblood

Tempat/tanggal Lahir
Edo, 17 Februari 1800

Tempat Tinggal
  • Edo, pada 1868 dikenal dengan Tokyo; 1800 - 1819
  • Nagasaki; 1819-1820
  • Middlesex 1820 – sekarang

Tinggi Badan
178 cm

Warna Rambut
Hitam

Warna Mata
Hitam

Riwayat Pendidikan
Mahoutokoro; 1811 – 1818

Tongkat Sihir
Acacia, 28.8 cm dengan inti bulu Jobberknoll, fleksibel

Spesialiasi Sihir
(kosongkan)

Pekerjaan
  • Sedang berusaha masuk Kementerian Sihir Jepang, tapi terus-terusan gagal karena sistem nepotisme para petinggi; 1819-1820
  • Calon staf Departemen Kecelakaan dan Bencana Sihir, Kementerian Sihir Inggris; 1820 - sekarang

Sikap Politik
Netral

Sifat Chara
Sangat percaya diri, berambisi, dan selalu menyimpan masalahnya seorang diri. Motoki merupakan seseorang yang memiliki sifat pemberontak, dia tidak terlalu senang dengan sesuatu yang bersifat turun temurun. Menurutnya hal itu monoton dan membosankan, termasuk meneruskan kodrat keluarganya sebagai petani.


Daftar keluarga:
  • Nama Ayah: Naoya Ueda, 直哉上田
    Pekerjaan: Pemilik ladang sayur dan tanaman sihir
  • Nama Ibu: Saki Ueda, 左記上田
    Pekerjaan: Membantu suaminya bertani
  • Nama Saudara: Keiko Ueda, 恵子上田; kakak kandung
    Pekerjaan Saudara: Menikah dengan anak petani sahabat ayahnya dan hidup mengabdi pada suaminya
  • Nama Saudara: Kento Ueda, 賢人上田; adik kandung
    Pekerjaan Saudara: Siswa Mahoutokoro tingkat akhir

Riwayat Hidup dan latar belakang:
Keluarga Ueda merupakan keluarga berada, yang mencari nafkah dengan cara bertani. Tanah yang dimiliki Ueda menghasilkan sayur-sayuran segar seperti mentimun, tomat, kubis, wortel, dan juga tanaman sihir yang akan disortir kepada beberapa Herbologist. Meski merupakan keluarga penyihir berdarah murni, Ueda masih bersikap seperti layaknya keluarga Jepang dengan memuja leluhur sekaligus mempercayai Merlin sebagai sesuatu yang diagungkan. Merupakan keluarga yang kolot, yang memandang rendah penyihir berdarah muggleborn dan keluarga dari strata bawah. Meski merupakan tuan tanah, seluruh anggota keluarga Ueda yang sudah lulus sekolah, juga akan mengurus usaha tani.

Pada tahun Motoki lulus dari Mahoutokoro dia segera dianugerahi sebagai ahli waris yang diagungkan; karena Motoki merupakan anak laki-laki pertama yang dimiliki keluarga Ueda. Namun Motoki tidak ingin dirinya berakhir menjadi seorang petani seperti ayahnya dan kakak perempuannya. Ia ingin keluarganya naik pangkat, yang mana mustahil pada zaman itu. Kendati Samurai adalah jalan yang tidak mungkin, Motoki berusaha keras masuk dalam ranah Kementerian Sihir Jepang. Membawa nama keluarga petani pertama yang menjadi salah seorang prajurit. Namun ayahnya menentang. Pada suatu malam dengan langit hujan lebat pertengkaran hebat terjadi di rumah Ueda, pertengkaran itu baru berakhir dengan perginya Motoki dari rumah, menuju Nagasaki.

Dengan perahu pedagang dia pergi ke Nagasaki mencari seniornya yang menurutnya bisa membantu, Ren Sumeragi. Motoki pergi ke rumah kediaman Sumeragi untuk dimintai nasihat sekaligus melatihnya menjadi seorang prajurit. Beberapa bulan dia tinggal di desa dekat dengan para Samurai hingga akhirnya ia mendapat kabar tentang rencana pergi ke Inggris. Lagi-lagi dengan bantuan Ren, Motoki akhirnya masuk dalam ruang lingkup Kementerian Sihir Inggris dan berencana untuk menetap lebih lama karena pekerjaannya yang baru.

Keterangan tambahan:
Post ini sekaligus merupakan update dari biodata awal.



Ceritakan Ceritamu

Pukulannya sudah lebih keras sejak dia dilatih oleh orang-orang yang memandangnya sebelah mata. Tulang-tulang tangannya seolah tumbuh dari besi berat yang akan membuat bongkahan semangka hancur dengan sekali pukul. Nah, sekarang bayangkan kepalannya sukses memukul kepala seorang prajurit pertahanan yang kebanyakan minum sake. "Kawin lari, kau bilang? Memangnya tidak lelah, hah?" katanya, mempertanyakan hal yang tidak seharusnya, sambil menyilangkan tangan di depan dada. Dia bersungut-sungut, dahinya memikirkan sesuatu hingga melipat-lipat seperti bagian bawah hakama petani yang kelelahan.

Waktu berselang.

Kebutuhannya disiapkan.

Bukan perkawinannya, tentu saja. Namun perjalanannya pergi menuju negeri orang yang dia tinggalkan beberapa tahun yang lalu.

Beberapa malam dia sibuk, Motoki tidak punya cukup waktu istirahat yang benar. Hingga persiapannya hampir siap, satu malam dia membiarkan sisanya diurus pagi hari, sementara Motoki duduk bersebelahan dengan Ren. Udara begitu panas walau gelap sudah menyelimuti langit, lantas si pemuda membiarkan tubuh bagian atasnya bertelanjang dada dan bersandar dengan tangannya sendiri. "Menurutmu, Elmaz Shastri diguna-guna?" bahwa kawin lari yang dilontarkan Ren padanya dipicu keirian luar biasa pada pelatihnya yang sama sekali tidak bersahaja. Lagian, pelatihnya sudah tua bangka. Rasa telat kalau kabar pernikahan baru berkumandang bagai rencana perang.

Dia sih senang saja. Karena dengan begitu jalannya mulai terang.


Pfft.

Tubuh telanjang dadanya terus menerus diterpa angin malam namun tidak terasa dingin. Motoki menatap langit yang dihiasi bintang sedikit, dan pikirannya mulai melayang. Dia sedang mengingat-ngigat apa ada sesuatu yang membuatnya ingat dengan Inggris selain permainan Quidditch yang benar-benar payah, dan seorang gadis mengerikan. "Hah!" ingat-ingat soal gadis, tubuhnya tersentak.

"Kita kawin lari bawa anak gadis orang?"

Sudah hampir seminggu persiapannya, Motoki baru sadar.

Edited by Motoki Ueda, Jul 6 2018, 10:50 AM.
Offline Profile Goto Top
 
Kagura Itoh
Member Avatar

Kagura Itoh

Penampakan Fisik
Posted Image

Nama Visualisasi
Keiko Kitagawa

Jenis Kelamin
Perempuan

Status Darah
Pureblood

Tempat/tanggal Lahir
Edo (Tokyo), 31 Juli 1798

Tempat Tinggal
  • Itoh Manor, Distrik Honjo, Edo (Tokyo) hingga 1820 (sempat pindah setahun)
  • Okinawa (1818-1819)
  • Godric Hollow (1820-sekarang)

Tinggi Badan
160

Warna Rambut
Hitam (asli), Cokelat (diwarnai)

Warna Mata
Hitam kecokelatan

Riwayat Pendidikan
Pendidikan Dasar Mahoutokoro (1805-1809)
Sekolah Sihir Mahoutokoro (1809-1816)

Tongkat Sihir
Silver Lime 29 cm, inti rambut Unicorn, sedikit lentur

Spesialiasi Sihir
(kosongkan)

Pekerjaan
  • Penggiat bela diri, astronomi, herbologi, dan peneliti satwa gaib (1816-1817)
  • Staff administrasi senior Toyohashi Tengu (1817)
  • Pelatih di Quidditch Itoh dan pembina dojo Okinawa-Te (1818)
  • Pelatih berkuda di istal Okinawa (1818)
  • Staff Penegakan Hukum Sihir Kementrian Sihir Jepang (1819-1820)
  • (calon)Staff Departemen Olahraga dan Permainan Sihir Kementrian Sihir Britania Raya(1820-sekarang)

Sikap Politik
Netral

Sifat Chara
Keras kemauan, Perfeksionis, Koleris-Melankolis, Intovert, Tegas, Apatis-Skeptis, Pasif-Agresif, Tidak banyak bicara.


Daftar keluarga:
Nama Ayah: Hayato Itoh
Pekerjaan:
  • Salah satu Pemain Quidditch Senior di Toyohashi Tengu
  • Pemilik Dojo Okinawa-te dan Quidditch Itoh (Muggle dan Penyihir) di Edo
  • Peternak Kuda Tunggang di Edo dan Okinawa
  • Salah satu pengelola langsung Pusat Pelelangan Ikan Itoh di Osaka

Nama Ibu: Michiru Itoh (nee Kishimoto)
Pekerjaan: Ibu Rumah Tangga, Pengelola Dojo Okinawa-te dan Quidditch Itoh.
Nama Saudara:
  • Kenjiro Itoh
  • Kaname Itoh
  • Kanae Itoh
  • Kintaro Itoh

Pekerjaan Saudara:
  • Kenjiro: Arithmancer dan Astronomer
  • Kaname: Herbologis dan Penyembuh
  • Kanae: Penggiat Okinawa-Te dan Pelatih Quidditch Itoh
  • Kintaro: Siswa Mahoutokoro

Riwayat Hidup dan latar belakang:
Keluarga Itoh adalah keluarga pengusaha besar selama nyaris sepuluh generasi yang menetap di Edo (Tokyo). Kakek buyut keluarga Itoh adalah Akira Itoh,seorang pemain Quidditch dan pedagang besar yang merupakan rekan dekat para Daimyo dan Samurai kepercayaan Istana Sakurada. Mereka adalah keluarga yang besar di dunia penyihir dengan julukan ‘Nippon No Junketsu Mahou’ (Penyihir Jepang Berdarah Murni) juga pengusaha dengan pekerja Hi-majou (Muggle) cukup besar di Osaka.

Secara Historis, keluarga Itoh memiliki backing dari sisi politik dan bisnis yang kuat. Hal ini membuat identitas mereka sebagai seorang penyihir tidak dapat dicium. Oleh sebab itu keturunan keluarga Itoh memiliki beban ekspektasi sebagai penerus kebesaran nama Itoh baik di dunia Muggle maupun penyihir. Pesan yang dijunjung tinggi oleh penurus generasi keluarga Itoh adalah 'membungkuk pada penguasa Muggle maka kejayaan akan terus dalam genggaman'.

Namun ternyata nama besar keluarganya tak membuat sulung Itoh ini selalu berhasil. Meski ayahnya adalah penerus keluarga Itoh yang namanya cukup besar sebab aliran Okinawa-Te dan bidang Quidditch yang digelutinya mendapat respon bagus selama bertahun-tahun, Kagura tetap saja menelan kekalahan. Sepulang dari Hogwarts membawa serta kekalahan, Kagura tidak lagi menjadi kapten di Mahoutokoro. Lebih dari itu, meski lulus dengan predikat sangat baik, hal-hal buruk kerap mewarnai hidupnya. Mulai dari disudutkan wali peserta didiknya, ditinggalkan menikah oleh satu-satunya pria yang ia cintai, Ryuuji Masaki, yang kelak diketahuinya dibumbui sihir dari keluarganya sendiri, hingga terkungkung dalam penjara nama besar Itoh dan tak tahu bagaimana caranya menjadi diri sendiri.

Hingga akhirnya Kintoki Nakata, mantan pelatih Quidditch semasa sekolahnya dulu memberinya jalan, Kagura akhirnya meloloskan surat menuju Kementrian Sihir Britania Raya dan mendapatkan tanggapan baik. Tanpa ia ketahui bahwa rekan sesama pemain Quidditch yang ikut bertolak bersamanya ke Britania dulu juga memiliki tujuan dan ambisi yang sama di daratan tersebut, Kagura sudah mempersiapkan diri untuk mencari jati dirinya di sana. Sebagai penduduk resmi Britania Raya, meninggalkan Jepang dan melakukan perjalanan bersama dengan Kintoki Nakata[1].

Keterangan tambahan:
  • Kagura pergi tanpa restu penuh dari keluarga Itoh. Hanya ibunya, pamannya dan adik lelaki pertamanya yang mengabulkan keinginan Kagura untuk pindah ke Britania.
  • Kagura mewarnai dan memotong rambutnya sebagai aksi pemberontakan atas kekecewaan yang dialaminya.
  • Kagura masih menyimpan kenangan dari Ryuuji berupa hiasan rambut berbentuk sakura berwarna merah muda sebelum Obliviator keluarga Itoh menghilangkan memori pemuda tersebut di hari dimana mereka berniat menikah diam-diam.
  • Biodata ini sekaligus update untuk biodata di student digest



Ceritakan Ceritamu

Edo terasa lebih indah saat musim gugur. Kendati bagi sulung Itoh, kondisi ini sama sekali tak mengubah apapun. Dalam beberapa pekan ke depan bunga sakura yang tertiup angin hanya akan jadi fragmen memori saja, tak lebih. Sebab kelak, musim semi yang ia dapati adalah bunga mawar yang bermekaran. Tak kalah indah.

“Onee-sama!”[2]

“Kenji-kun[3],” ia menilik pada suara yang memanggilnya. Perbukitan Edo adalah tempat rahasia mereka sejak dulu. Tempatnya memadu sepenggal memori kasihnya bersama Masaki. Kini, tempat ini pula yang akan menjadi saksi kepergiannya. Hembusan angin musim semi semilir membelai rambutnya yang kini ia potong. Pendek, bergelombang dan tidak hitam lagi. Kagura sudah sangat siap menjadi pribadi yang baru di tempat yang baru.

Onee-sama,” pemuda itu mendekat dan duduk di sampingnya, Otou-sama[4] mencarimu.”

Kagura hanya tersenyum kecut, “Beliau sudah tahu aku dimana. Mestinya beliau saja yang bicara padaku. Bukan kau.”

Onee-sama! wajahnya mengeras. Wajah yang ia kenal selalu berada dalam jeruji harapan ayahnya selama ini. Kagura tersenyum, tidak menampik kenyataan bahwa kini mimpi ayahnya akan terwujud. Sebentar lagi sulung Itoh bukan lagi Kagura. Kenjiro akan menjadi penerus Hayato Yang Agung.

“Kenji-kun dengarlah,” ia menatap alur angin sambil melanjutkan kata-katanya, “Aku tak benci padamu sama sekali. Otou-sama selalu mengharapkanmu menjadi calon penggantinya. Lagipula, mimpiku selalu berakhir buruk di Jepang ini.”

Adik lelaki pertamanya itu diam, tak menjawab.

“Kau adalah penyihir hebat. Kaulah yang akan meneruskan kepemimpinan Itoh di negeri ini.”

“Tapi bagaimana aku bisa membiarkanmu pergi?! Bagaimana dengan Kanae dan Kaname?! Bagaimana dengan Kintaro?!” ada desak dalam suaranya. Bukan desak yang terganggu, sejauh yang dirasakannya. Namun lebih pada ketakutan yang formal. Kagura tahu betul, Kenjiro adalah lelaki yang selalu menjadi anak emas ayahnya. Ia hanya tak ingin posisinya digeser. Sampai hari itu tiba, dimana ia mengunjungi Britania. Segalanya seakan berubah.

“Kau tahu, di Britania sana, mawar dan anggrek juga tumbuh. Bentuknya berbeda tapi aku suka. Aku tahu akan kerasan berada di sana meski tanpa bonsai[5],” ujarnya lagi. Kekeh kecil mengikuti sebelum akhirnya kedua bola matanya bertemu dengan wajah Kenjiro. Kagura tahu, pemuda itu juga menginginkan hal yang sama. “Sampaikan salamku pada Nae-chan, Name-chan dan Kin-chan. Aku akan merindukan mereka.” Terdiam sesaat, Kagura membiarkan angin berada antara mereka. “Aku juga akan merindukanmu.”

Onee-sama…

Lihat?

Tak ada perlawanan lagi. Kenjiro tahu posisinya mulai detik ini.

“Aku akan merindukan Kaa-chan[6],” mungkin itu adalah ucapannya paling tulus. Ibunya selalu mendukungnya. Dalam hati kecilnya, tentu ia juga akan merindukan ayahnya. Selama ia hidup, tujuan hidupnya adalah membuatnya bangga. Namun kini purna sudah tugasnya. Ia akan mengejar mimpiya sendiri sekarang.

Ne, Kenji-kun[7],” Kagura bangkit dan mengangkat tangannya, “Sayonara[8].”

Tanpa perlu mantra, sapu terbangnya sudah menghampirinya. Siang ini memang masih tampak berbahaya untuknya terbang. Namun untuk terakhir kalinya di Jepang, mungkin. Ia ingin merasakannya. Sebelum akhirnya benar-benar hilang dari daratan yang membesarkannya. Tak ada yang bisa mencegahnya lagi kini. Tidak Paman Izumi, tidak pula ibunya. Kagura menghilang di balik awan musim semi, mungkin kembali saat roda kehidupan di alam baka nanti telah bergulir.

Sampai saat itu Kagura terbang. Kagura mengejar mimpinya.

Quidditch.
[1] Deskrip pergi bersama atas seizin yang bersangkutan. Akan jadi NPC jika tidak sempat mengajukan aplikasi untuk karakter Kintoki
[2] Panggilan kakak perempuan
[3] -kun;panggilan akrab kenalan laki-laki
[4] Panggilan lain untuk ayah
[5] Tanaman mahal khas Jepang untuk budidaya
[6] Panggilan lain ibu
[7] Nah, Kenji
[8] Selamat tinggal
Offline Profile Goto Top
 
Teraoka Mitsuji
Member Avatar

TEROKA MITSUJI

Penampakan Fisik
Posted Image

Nama Visualisasi
Sen Mitsuji

Jenis Kelamin
Laki-laki

Status Darah
Pureblood

Tempat/tanggal Lahir
Gifu, Gifu / 9 Desember 1799

Tempat Tinggal
- Gifu, Gifu Japan
-Nakatsugawa, Prefektur Kyoto, Jepang
-Abergavenny, Monmouthshire, Inggris ( 1819 – Sekarang )

Tinggi Badan
160 cm

Warna Rambut
Hitam Kecokelatan

Warna Mata
Cokelat Cerah

Riwayat Pendidikan
Mahoutokoro

Tongkat Sihir
Banyan, 29,0 cm Inti Darah Jantung Kappa

Spesialiasi Sihir
-

Pekerjaan
– Staff Pelatihan Departemen Informasi Dunia Sihir, Kementrian Sihir Jepang (1817-1819)
- Calon Staff Departemen Kerjasama Sihir Internasional, Biro Hukum Internasional, Kementrian Sihir Inggris (1820 - Sekarang)

Sikap Politik
Cenderung Netral

Sifat Chara
Berdisiplin, Taat aturan, optimis, senang memperkaya diri, selalu memberi gagasan untuk inovasi, kritis dan bijaksana.


Daftar keluarga:
Nama Ayah: Yamada Mitsuji
Pekerjaan: Kurator Sihir
Nama Ibu: Haruko Mitsuji
Pekerjaan : Staff Kementrian Sihir Jepang (Staff Divisi Informan dan Agen Rahasia)
Nama Saudara: Tomoko Mitsuji - Adik
Pekerjaan Saudara: -

Riwayat Hidup dan latar belakang:
Keluarga Mitsuji adalah keluarga yang bergerak di bidang bisnis dan seni. Bisnis dan seni bisa dikorelasikan dalam ranah usaha seperti pengelolaan museum dan atau Pentas Kesenian dan Budaya. Para moyang Mitsuji hidup sedari zaman Azuchi Momoyama, mereka konsisten dalam menjalankan keseimbangan hidupnya. Yamada Mitsuji adalah keturunan kesekian puluh, keluarga sederhana yang tinggal di Gifu, prefektur Gifu. Ini berpengaruh untuk keluarga Mitsuji yang bergerak di bisnis seni. Mitsuji yang berketurunan penyihir, mereka pandai-pandai menutup diri masing-masing dari Muggle. Yamada Mitsuji seorang Kurator yang juga merangkap Curse Breaker (tidak dijadikan profesi utama). Berbeda dengan sang suami, Haruko Mitsuji (yang adalah ibu dari Teraoka Mitsuji) adalah seorang Agen Rahasia yang bertugas di bawah kementrian sihir Jepang. Profesinya yang seakan ganda, membuat Teraoka terkadang malu. Geisha, itu adalah profesi samara Haruko sewaktu-waktu ketika bertugas menjadi seorang agen.

Dari pekerjaan Yamada Mitsuji yang merupakan seorang Kurator benda sihir di salah satu museum sihir yang didirikan (sementara) di dekat Kementrian Sihir Jepang, membuat dirinya tertarik untuk menuntut anaknya agar memiliki minat yang sama dengan ayahnya. Teraoka belum ada ketertarikan untuk itu, pertama ia malah tertarik dengan hal-hal berbau herbologi, seperti meramu ramuan sihir. Kedua sebagai penggila olahraga sihir, Teraoka selalu memimpikan dirinya menjadi seorang atlet Qudditch terkenal.

Toyohashi Tengu merupakan tim Quidditch yang memiliki power terkuat seantero dunia sihir Jepang. Seiring berjalannya zaman Edo, di mana Jepang masih mengisolasi diri dari dunia global, lain halnya dengan dunia Quidditch Jepang mulai membuka jalinan kerjasama dalam ranah kejuaraan dengan instansi sihir internasional. (—betul, muggle memang masih menutup diri dari dunia internasional, namun para penyihir sudah lebih dulu membuka diri). Semakin gencar gerakan tersebut, semakin tertarik seorang Teraoka Mitsuji untuk bergabung dalam Tim Toyohashi di masa yang akan datang. Untuk itu, ia berusaha keras menjadi seorang pemain Quidditch di Mahoutokoro yang menjadi sekolah sihir, pusat gemblengan Qudditch Jepang.

Berkat prestasinya di bidang Quidditch, Teraoka dipilih menjadi salah satu perwakilan Mahoutokoro dalam pertandingan antar sekolah sihir Internasional. Pada tahun 1814 Teraoka terbang ke Inggris bersama dengan beberapa murid lainnya untuk mengikuti pertandingan tersebut.

Kejadian mencekam pernah menerpa Teraoka. Usia tujuh tahun, di tahun pertamanya masuk sekolah sihir, suatu hari sekelompok bandit menculiknya, membawanya ke tempat kelam. Saat itu pelecehan seksual dialami laki-laki berusia tujuh tahun itu. Disinyalir kelompok bandit adalah tautan dari Yakuza Eidenbu yang merupakan kawanan ganas saat itu. Setelah mengusut, ternyata apa-apa yang menimpa Teraoka juga masih berhubungan dengan profesi sang ibu, Haruko Mitsuji yang merupakan seorang agen rahasia (informan) Kementrian Sihir yang memaksa dirinya merubah profesi palsu sebagai seorang Geisha terkenal di klub malam Gifu Takashimaya Michi.

Sampai sekarang Teraoka masih mengalami traumatis tersendiri, namun ia berusaha melawan rasa traumanya dengan mengikuti banyak kegiatan yang bermanfaat, membuat prestasi dan membuktikan bahwa dirinya seorang yang patut diakui.

Setalah lulus dari Mahoutokoro, Teraoka melamar di Kementrian Sihir Jepang sebagai seorang Staff salah satu departemen di sana. Setelah dua tahun menjadi staff pelatihan, akhirnya Teraoka memutuskan untuk hijrah ke Inggris berkat koneksi dari kenalannya yang berada di sana. Tahun 1819 akhir, Teraoka tinggal di Abergavenny, Monmouthshire Inggris, untuk mempersiapkan diri melamar di Kementrian Sihir Inggris.
-

Keterangan tambahan:
Pembaruan dari biodata sebelumnya : Teraoka Mitsuji

Ceritakan Ceritamu

“Sekali lagi saya ucapkan mohon maaf sebesar-besarnya, sir.” Betapapun upayanya meminta maaf, Dragonir Stewart hanya terkekeh dan memaklumi keteledorannya saat itu. Sepucuk surat yang tidak sampai di tangan yang tepat, membuat kesalahpahaman yang (sebenarnya) tidak begitu berarti. Namun, tetap saja sebagai pribadi yang konstan, Teraoka meminta maaf. Ceritanya, saat itu surat yang sempat ia layangkan untuk Dragonir Stewart benar-benar sampai ke alamatnya. Hanya saja, saat itu alamat yang dituju sudah berubah pemilik. Sampai terjadilah kesalahan dalam pengiriman.

Sedikit ceritaselang beberapa hari, surat itu pun berbalas. Tercantum nama Ludmila Denholm sebagai si pengirim. Betapa baik dan sudinya nona Inggris tersebut mengirimkan surat balasan tersebut. Meski begitu, tetap saja Dragonir Stewart tak sedikit pun berkabar. Hingga informasi demi informasi akhirnya ia dapatkan berkat bantuan Sensei seorang Rikishi dari Kementrian Sihir Jepang yang berkemampuan sihir mempuni untuk menemukannya.

Detik ini, Teraoka Mitsuji kembali menginjakkan kakinya di tanah Inggris. Memutuskan untuk tinggal di sini, mempersiapkan diri untuk pekerjaan baru, kehidupan baru. Memperbarui cerita untuk episode selanjutnya dan memperkaya diri. Bahasa Inggrisnya sedikit demi sedikit bertambah. Sedikit banyak ia mengenal beberapa orang Jepang selain dirinya. Bahkan kabarnya pun, beberapa murid Mahoutokoro yang sempat berkunjung ke Hogwarts bersamanya dulu pun pindah ke Inggris untuk melanjutkan kehidupannya.

Dragonir Stewart adalah emban yang begitu membantu. Ibu pasti akan senang mendengar bahwa kini putranya bertemu dengan sosok yang sangat membantunya dulu-dulu. Untuk beberapa pecan ke depan, atas tawaran baik pria paruh baya tersebut, Teraoka tinggal di kediaman baru Dragonir Stewart.


Edited by Teraoka Mitsuji, Jul 6 2018, 09:51 PM.
Offline Profile Goto Top
 
Yuki Saionji
Member Avatar

Yuki Saionji

Penampakan Fisik
Posted Image

Nama Visualisasi
Mayu Matsuoka

Jenis Kelamin
Perempuan

Status Darah
Pureblood

Tempat/tanggal Lahir
Kyoto, 31 Desember 1799

Tempat Tinggal
  • Kyoto, Northern Area (1799 – 1818)
  • Edo (1818 – 1820)
  • Middlesex (1820 – Sekarang)

Tinggi Badan
161 cm / 46 kg

Warna Rambut
Hitam

Warna Mata
Hitam

Riwayat Pendidikan
Sekolah Sihir Mahoutokoro (1811 – 1818)

Tongkat Sihir
Cherry, 31.8 dengan inti nadi jantung naga

Spesialiasi Sihir
(kosongkan)

Pekerjaan
  • Staff pelatihan Majijutsu-shi Sho[1] Departemen Kerjasama Sihir Internasional (1818 – 1820)
  • Penanggungjawab Manajer sekaligus Pengawas dan Pengelola Toko Distribusi Alat Musik Biwa milik keluarga Saionji yang berada di Edo (1818 – 1820)
  • (calon) Staf Pemunah Kutukan Gringotts (1820 – Sekarang)

Sikap Politik
Netral

Sifat Chara
Tenang, pintar membawa diri dan cepat mengambil keputusan. Judgemental dan cenderung berpikir rasional tanpa melibatkan perasaan serta sangat menjunjung tinggi tata-krama. Meski demikian, ia memiliki bara api dan passionnya sendiri mengenai apa yang menurutnya benar dan apa yang salah serta tidak ragu berjuang untuk hal tersebut.


Daftar keluarga:
Nama Ayah: Ryuichi Saionji
Pekerjaan: Daimyo (Tuan Tanah) di daerah utara Kyoto, pemilik bisnis alat musik Biwa (seluruh penjuru Jepang) dan anggota dewan sihir Kementrian Jepang
Nama Ibu: Yukari Saionji
Pekerjaan: Sosialita, Ibu rumah tangga
Nama Saudara: Hiroki Saionji, 31 tahun
Pekerjaan Saudara: Dipenjara sejak tahun terakhirnya di Mahoutokoro

Riwayat Hidup dan latar belakang:
Keluarga Saionji adalah keluarga tua nan kuat yang bergerak dihampir semua bidang; namun namanya sudah lama dikenal sebagai distribusi alat musik Biwa yang terkenal di jaman Edo. Dalam dunia sihir, keluarga Saionji telah lama mengukuhkan posisinya pada jajaran petinggi politik kementrian sihir Jepang. Dan sebagai tuan tanah yang dikenal di dunia Hi-majou[2], keluarga Saionji memberdayakan tanahnya dalam bentuk jual-beli untuk membangun usaha agar nantinya dikenakan pajak. Ditambah dengan fakta bahwa keluarga Saionji adalah keluarga darah murni tua yang telah ada berabad lalu di Jepang; tidak dapat dipungkiri keluarga Saionji termasuk salah satu keluarga yang dikenal dan ditakuti banyak orang.

Yuki adalah anak kedua serta bungsu keluarga dari kepala keluarga Saionji generasi ke-9. Ia memiliki seorang kakak laki-laki yang lebih tua 10 tahun darinya, namun saat ini tengah dipenjara karena di tahun terakhir sang kakak laki-laki di Mahoutokoro, ia diduga melakukan aksi sihir hitam karena jubahnya berubah menjadi putih dan setelah itu langsung didakwa serta dipenjara, memberikan catatan hitam dalam sejarah cemerlang keluarga Saionji. Ayahnya yang sangat kecewa dan marah akan hal itu membuangnya dari catatan keluarga dan menggantungkan harapannya pada pewaris satu-satunya sekarang, Yuki.

Lepas kelulusan dari Mahoutokoro, seperti yang sudah direncanakan oleh sang ayah, Yuki pindah dan menetap di Edo untuk mengelola salah satu toko cabang terbesar milik keluarganya yang mendistribusi alat musik Biwa sambil menunggu penerimaan staff baru di Kementrian Sihir Jepang. Di Edo, Yuki menghabiskan waktu dengan salah satu rekan di ranah Quidditch yang dulu pernah bersama melakukan perjalanan hingga ke tanah Inggris; Motoki Ueda. Keduanya menjadi teman seperjuangan dalam melakukan tes masuk hingga Yuki kemudian diterima menjadi salah satu staff di Departemen Hubungan Internasional.

Hidup Yuki berjalan sesuai rencana sang ayah dan dengan jalan yang mulus pula, namun sayangnya sang ayah tidak memperkirakan perubahan yang terjadi pada anak satu-satunya yang kini dianggap itu. Yuki mengalami perubahan cukup signifikan atas sifatnya setelah melakukan perjalanan ke Inggris beberapa tahun silam. Pikirannya yang lebih terbuka sekarang ini memandang komunitas rasis di sekelilingnya yang memandang sebelah mata orang-orang barat sana dengan pandangan muak meski ditutup-tutupi.

Puncaknya yaitu kabar yang didapat dari ibunya tentang perjodohannya yang akan dilangsungkan dengan salah satu keturunan daimyo[3] di Edo tempatnya tinggal sekarang. Yuki yang merasa tidak pernah bisa mengekspresikan dirinya (selain di lapangan Quidditch ketika dulu ia merasa lebih leluasa) lagi akhirnya memutuskan mengunjungi Motoki di Nagasaki. Bersama dengan salah satu seniornya Ren Sumeragi, Yuki mengetahui mengenai rencana perjalanan mereka dan memutuskan dengan nekat untuk ikut bersama keduanya dan dengan persiapan yang seadanya pula.

Mencoba peruntungan di negeri orang dan mungkin akhirnya berhasil menentukan jati diri yang selama ini dicarinya, lepas jauh dari pengawasan ayahnya yang terkenal tegas dan keras. Menjadi Saionji Yuki seutuhnya, yang juga disukainya.

Keterangan tambahan:
Post ini sekaligus update dari digest awal



Ceritakan Ceritamu



"Ibu bukannya ingin menakut-nakutimu, Yuki. Tapi rumor soal perjodohanmu itu memang benar adanya."


Masih teringat Yuki akan perkataan ibunya berminggu lalu yang membawanya ke Nagasaki di penghujung hari itu. Setelah menempuh perjalanan yang cukup lama dari Edo dengan persiapan seadanya yang mampu anak gadis kumpulkan dalam waktu singkat, Yuki akhirnya berada di kediaman salah satu seniornya saat bermain Quidditch dengan membawa nama sekolahnya dulu―Ren Sumeragi senpai. Kedatangannya ke sini jelas bukan tanpa sebab, apalagi dengan segala persiapan yang sudah dipersiapkannya.

Sepucuk surat yang datang dari Motoki Ueda lah yang memicu tindakannya ini.

Rencana dan gagasan yang terlontar saat pemuda Ueda frustasi dulu pernah menjadi bahasan keduanya ketika masih sama-sama tinggal di Edo. Bahasan yang tidak boleh dicuri dengar oleh sesiapapun karena kontennya yang sangat bisa disalahpahami dengan mengkhianati tanah air mereka sendiri. Tentang bagaimana korupnya pemerintahan sihir Jepang (―Yuki tidak bisa berkomentar banyak sebab dia adalah salah satu contoh aksi nepotisme yang terjadi, toh) dan kebebasan serta penyamarataan yang lebih disambut secara terbuka di luar negeri tercinta mereka.

Yuki sendiri merasa muak dengan setiap komentar-komentar yang sangat jauh dari kenyataan yang sebenarnya mengenai orang-orang barat yang melangkah masuk ke tanah suci mereka dan berakhir hilang secara misterius. Memang semenjak kepergiannya ke Inggris, pikiran Yuki lebih terbuka dan menerima perbedaan dengan cara yang berbeda dari sebagaimana pertama kali ia masih bersiap-siap pergi dulu. Tampaknya tidak hanya pemikiran yang terbuka yang menjadi perubahan krusial gadis Saionji ini, melainkan keberanian dan kenekatannya untuk mengambil keputusan besar yang sekarang dilakukan; pergi dari rumah dan menjadi dirinya seutuhnya, bukan kreasi sang ayah.

Meski sepertinya ia harus memikirkan lebih matang mengenai keputusan besar yang akan merubah hidupnya seratus delapan puluh derajat ini saat Sumeragi Ren menghampiri dengan kalimat omong-kosongnya yang masih mampu membuat Yuki kesal.

"Jangan berbicara omong-kosong, Senpai. Tidak lucu."

Sebuah pukulan mendarat keras di kepala sosok yang lebih tua satu tahun dari Yuki itu. Tidak ada permintaan maaf, namun, yang terucap. Melainkan gerutuan lain tatkala Motoki dengan santainya menyahuti candaan senior mereka itu. Yuki sendiri hanya mampu menarik nafas dan menghelanya dengan sumbu kesabaran yang makin tipis. Menahan emosi yang memang sudah diuji dalam perjalanan yang panjang nan melelahkan, sebab mau tidak mau Yuki jelas membutuhkan mereka berdua dalam rencananya kali ini. Meskipun Motoki sendiri membutuhkan dirinya untuk membiayai hidupnya yang menyedihkan, Yuki tidak ingin mengambil banyak resiko sebelum ia sampai dengan selamat di tanah Inggris yang pernah dipijakinya bertahun silam.

"Daripada berbicara omong kosong, apakah senpai sudi memperlihatkan kamar yang bisa kutempati malam ini?"

Sebab mereka baru akan memulai perjalanannya besok.

Sebab Yuki masih memiliki waktu satu malam lagi untuknya mempertimbangkan keputusan ini baik-baik.

Barangkali di antara gelapnya malam dan sinar redup dari bara api di lilin kecil yang menyala di balik tatami yang mampu menghantar deru angin malam di tempatnya merebah. Segera setelah Sumeragi Ren mengantar perempuan Saionji dengan bawaannya ke kamar, bukannya harus menunggu dan berdiri dengan Motoki yang bertelanjang dada setelah menempuh pelatihan yang berkali-kali diceritakan di lembar suratnya. "Dan sekedar informasi, Motoki, aku bukan barang yang bisa seenaknya dibawa. Dan aku tidak ingin menjadi saksi atas kawin lari kalian yang konyol ini."

Tapi, tidak.

Keputusannya ini sudah bulat. Bahkan apabila teman seperjalanannya adalah orang-orang seperti ini. Karena akhirnya untuk pertama kali dalam hidupnya, Yuki merasa dapat bernafas lebih lega. Bukan karena fisik belaka, namun juga pikiran dan batinnya. Mungkin, Saionji Hiroki pernah mengalami dilema serupa dengannya. Mungkin, apabila kakak laki-lakinya berhasil menemukan jalan keluar lain selain menggunakan ilmu sihir hitam, Hiroki lah yang sekarang sudah berada jauh dari kediaman mereka di Kyoto.

Namun semuanya adalah perandaian. Dan Yuki lah yang berada di tempat ini, mencoba mencari peruntungan lain dari yang selama ini hanya didektekan kepadanya. Bukan tentang seni, kaligrafi, musik dan karuta. Namun pilihannya sendiri. Mungkin sesampainya nanti di Inggris, Yuki akan mencoba mencari pekerjaan yang akan menantangnya seperti Quidditch menantang si gadis. Pemunah kutukan, misalnya. Tapi itu semua baru akan terjadi nanti.

Meskipun begitu, kesempatannya kini sudah tiada batas.


Limitless.



[1] Sebutan Kementrian Sihir di Jepang
[2] Sebutan muggle di kalangan Penyihir Jepang
[3] Tuan Tanah
Offline Profile Goto Top
 
Jabez Helstrom
Member Avatar

Tasha Lafayette Helstrom

Penampakan Fisik
Posted Image

Nama Visualisasi
Manuel Peter Neuer

Jenis Kelamin
Laki-laki

Status Darah
Half-blood

Tempat/tanggal Lahir
London, 3 April 1791

Tempat Tinggal
London

Tinggi Badan
187 cm

Warna Rambut
Pirang kotor

Warna Mata
Biru

Riwayat Pendidikan
1802 - 1809: Wizarding Academy of Dramatic Arts

Tongkat Sihir
Lime 31,5 cm, inti rambut Thestral, sedikit lentur

Spesialiasi Sihir

Pekerjaan
  • 1809 - 1815: Prajurit British Army
  • 1815 - 1816: menganggur
  • 1816 - 1817: pegawai toko musik di Diagon Alley
  • 1817 - sekarang: pianis orkestra London
  • 1818 - sekarang: guru privat Bahasa Latin

Sikap Politik
Netral

Sifat Chara
Tumbuh besar sebagai anak tunggal dan tanpa sosok seorang ayah, Tasha menjadi sangat dekat dengan ibunya. Sifatnya yang dapat dikatakan spoiled berubah menjadi dingin dan penuh kepahitan setelah kematian ibunya. Berada di medan perang mengajarkannya bahwa kematian datang kepada semua orang dan bahwa tiap nyawa berharga. Sifat tegas yang dipoles dalam kemiliteran menolak untuk meninggalkannya, walau senyuman adalah sesuatu yang diberikannya secara bebas.


Daftar keluarga:
  • Ayah: Valerio Helstrom (unknown)
  • Ibu: Anoushka Michieli (deceased)
  • Saudara: Jabez Helstrom (kakak satu ayah)
Riwayat Hidup dan latar belakang:
Anoushka Michieli adalah putri bungsu keluarga Michieli, yang secara turun temurun merupakan keluarga yang aktif dalam bidang seni. Anoushka, seperti kebanyakan anggota keluarganya yang lain, bersekolah di Wizarding Academy of Dramatic Arts (WADA) dan berkecimpung dalam dunia theater. Di salah pertunjukan inilah, kehidupan mempertemukannya dengan Valerio Helstrom. Perbedaan usia yang cukup jauh tidak menghentikannya dari menjalin hubungan asmara dengan sang pria. Tetapi hubungan ini tidak bertahan lama, dengan Valerio tiba-tiba menghilang dari kehidupan Anoushka secara tiba-tiba tanpa kabar ataupun pemberitahuan sebelumnya. Kepergian Valerio menghancurkan hati Anoushka, tetapi berita bahwa dia tengah mengandung mengubah dunianya.

Dengan dukungan keluarganya, terutama ibunya, Anoushka melahirkan dan membesarkan putra tunggalnya tanpa sosok seorang suami. Hatinya masih tetap merindukan Valerio, tetapi kehadiran putranya, yang diberikannya nama Tasha Lafayette, berhasil mengobati hatinya.

Tasha kecil menghabiskan hampir seluruh waktu luangnya di pangkuan ibunya di bangku piano keluarga, mendengarkan lantunan tuts putih dan hitam. Karena rasa cinta akan musik inilah, Tasha memilih untuk bersekolah di WADA daripada Hogwarts saat dia berusia sebelas tahun, mengikuti jejak ibunya. Tetapi, kematian sang ibu akibat penyakit saat Tasha berada di tahun terakhirnya di WADA memberikan rasa pahit pada dunia yang tadinya begitu dicintainya.

Sebagai pelarian dan juga usaha untuk berada sejauh mungkin dari memori yang menyakitkan, Tasha memutuskan untuk bergabung dengan British Army, mengabaikan protes dan permohonan untuk memikirkannya kembali dari keluarga dan juga teman-teman dekatnya. Pada tahun ketujuhnya berbakti, luka parah yang diterimanya memberikannya honorable discharge dan Tasha pun kembali ke dunia sihir, di mana para healer dapat menyelamatkannya dari keharusan menggunakan kruk sepanjang sisa hidupnya. Di saat inilah, kerinduannya akan dunia yang begitu dicintai ibunya merekah. Setelah bertahun-tahun penuh dengan darah dan bau amunisi, musik menawarkan ketenangan. Maka dengan hati yang lebih dewasa, Tasha kembali memasuki dunia yang bertahun-tahun lalu ditinggalkannya.

Memulai dengan pekerjaan sebagai pegawai di toko musik, Tasha berhasil lolos dari seleksi dan bergabung dengan orkestraLondon sebagai pianis. Pekerjaan sebagai guru privat didapatkannya secara kebetulan, saat para koleganya mengetahui bahwa pengetahuan akan bahasa Latin adalah salah satu kemampuan yang dikuasainya dan memintanya untuk membantu putra-putri mereka. Menemukan bahwa mengajar adalah hal yang disukainya, Tasha mencoba nasib dan mengirimkan surat lamaran kerjanya saat posisi sebagai guru Bahasa Latin di Hogwarts terbuka.
Keterangan tambahan:
Anoushka memberikan nama Tasha kepada putranya, yang adalah nama pendek dari ibunya sendiri, Natasha.



Ceritakan Ceritamu

London kala itu terasa sendu. Awan mendung menutupi langit biru dan matahari dari penglihatan, dan sebagai gantinya mengguyur jalanan dengan rintik hujan. Beberapa pejalan kaki berlalu-lalang, berusaha tanpa hasil untuk mencapai tujuan mereka dalam keadaan kering. Anak-anak kecil, di sisi lain, menemukan cuaca muram ini sebagai kesempatan untuk bermain.

“Tuan Michieli?”

Suara namanya membawa perhatiannya menjauh dari kaki-kaki kecil yang menapak di kubangan air. Sepasang mata biru beralih dari jendela, membawa penglihatannya menuju sosok yang memanggil namanya.

Bibirnya membentuk senyuman, kepalanya mengangguk, “Tuan Wayne.”

Peringatan yang mudah diingat baginya untuk tidak menggunakan kemampuan sihirnya. Dalam dunia muggle, nama ofisialnya adalah Tasha Michieli, sesuai dengan nama keluarga ibunya. Satu-satunya keluarga yang dikenalnya. Di dalam dunia sihir, sayangnya, tiap penyihir akan mengikuti nama keluarga ayah mereka. Maka di sana, dia dikenal sebagai Tasha Helstrom.

Seperti nama pria yang telah menelantarkannya dan ibunya.

“Permainan piano yang sangat memukau! Apakah anda yakin bahwa saya tidak dapat mengubah pikiran anda untuk memberikan kelas piano kepada putra saya?”

Kepalanya menggeleng, sinar jenaka menari di matanya.

“Saya yakin bahwa Richard muda akan berhasil siapapun instruktor musik yang mengajarnya,” adalah respons yang diberikannya. Tangannya mengangkat gelas anggur yang dibawanya pada mulutnya, membiarkan minuman beralkohol tersebut untuk menuruni tenggorokannya.

Beberapa kata dilemparkan di antara kedua pembicara, sebelum kedatangan dari obyek pembicaraan mereka datang. Dengan ucapan salam dan satu pujian lagi akan permainan pianonya, Tasha menemukan dirinya sekali lagi tanpa seseorang untuk bercakap-cakap. Tetapi sebelum perhatiannya dapat kembali tertuju pada jendela ruangan pesta, seseorang menepuk pundaknya.

“Melamun lagi, Tasha?”

Ujung bibirnya terangkat, Tasha mengangkat kepalan tangannya dan memukul pelan pundak dari pria yang menyapanya.

“Levi Alfonsetti tanpa seorang wanita dalam pelukannya? Apakah kiamat sudah dekat?”

Gelak tawa dan pukulan balik pada bahunya hanya membuat cengirannya melebar.

“Asal kau tahu saja,” kakak kelasnya saat di WADA mengarahkan jari telunjuk ke arah wajahnya, “Tidak ada wanita yang dapat menolak karismaku. Khusus untuk malam ini, aku menahan diri. Kalau tidak, para pria yang lain tidak akan memiliki kesempatan sedikitpun.”

“Mungkin jika kamu mengulangnya dengan cukup sering, kamu akan mempercayai ucapanmu sendiri, Levi.”

Kekehan terlepas dari keduanya, sebelum percakapan mereka beralih pada topik yang lebih serius.

“Kudengar kau akan berhenti dari orkestra tahun depan?”

Sebelah alisnya terangkat, “Mendengarkan gosip, Levi?” Tasha meneguk minuman anggur dari gelasnya sebelum melanjutkan, “Berita sungguh menyebar dengan cepat.”

“Jangan meremehkan kemampuan bergosip para wanita,” satu jeda singkat. “Dan juga pria, percaya tidak percaya. Tetapi serius, Hogwarts? Kukira musik adalah duniamu?”

Bahunya mengedik.

“Mengajar adalah hal yang ketemukan menarik,” matanya mengerling ke arah jendela. Sepasang anak kecil tengah saling mengejar, tanpa terlihat jelas siapa sedang mengejar siapa. Kaki-kaki kecil membentuk riak pada kubangan. Senyuman simpul merekah di wajahnya saat pandangannya kembali pada lawan bicaranya, “Dan ini tidak berarti aku melarikan diri dari dunia musik.”

Beberapa detik berlalu tanpa ada dari keduanya yang berbicara, hingga Levi menghela napas panjang dan menepuk pundaknya lagi.

“Jika kamu sudah membulatkan pikiranmu. Semoga berhasil, Tasha.”

“Terlalu cepat,” kekehnya balik, sebelum mengangkat gelas anggurnya yang hampir kosong, “Jangan kira kamu dapat menyingkirkanku secepat itu, Tuan Violinis terbaik di Inggris."
Edited by Jabez Helstrom, Jul 8 2018, 06:24 PM.
Offline Profile Goto Top
 
1 user reading this topic (1 Guest and 0 Anonymous)
DealsFor.me - The best sales, coupons, and discounts for you
Go to Next Page
« Previous Topic · Aplikasi Chara · Next Topic »
Locked Topic